Wednesday, December 21, 2011

Akibat lembur tugas

Edit Posted by with 1 comment
 
Pasca Lembur Laporan KMM
(Kegiatan Magang Mahasiswa)

hehe... sudah dimulai mengerjakan dari awal magang, tapi tetap juga masih harus banyak diperbaiki, apalagi yang belum dicicil sama sekali :D

Pasca 16 Desember 2011 pada tepar semua, haha...
tapi harus tetap semangat untuk mengalahkan sakit ini...
AYO SEMANGAT 
MASIH BANYAK TUGAS KULIAH YANG MENANTI
Perjuangan baru dimulai !!!
KEEP FIGHT !
^_^

Monday, December 19, 2011

Tausiyah Hari Ini

Edit Posted by with 2 comments
Kita Mengeluh...???
 
Kita mengeluh:"tak mungkin" ,
Alloh menjawab:"apabila Alloh menghendaki sesuatu, cukup berkata jadi!Maka jadilah sesuatu" QS. 36:82.

Kita mengeluh:"saya terlalu lelah", 
Alloh menjawab:"dan Kami menjadikan tidurmu untuk istirahat" QS. 78:9.

Kita mengeluh:"saya tidak mampu",
Alloh menjawab:"Alloh tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya" QS. 2:286.

Kita mengeluh:"saya stress",
Alloh menjawab:"Ingatlah, hanya dengan mengingat Alloh hati menjadi tentram" QS. 13:28.

Kita mengeluh:"tak ada gunanya",
Alloh menjawab:"maka barangsiapa mengerjakan amal kebaikan seberat zarah, niscaya ia akan melihat kebaikannya" QS. 99:7

Wednesday, December 14, 2011

Tuesday, December 13, 2011

Hore, aku bisa make over ^_^

Edit Posted by with 5 comments
Melukis pada wajah :D
ehem, just want to try "kemayu" sedikit, gapapa yach... persiapan buat wisuda, aamiin (lhoh...)
Beberapa waktu yang lalu saia mendapatkan ilmu ini secara cuma-cuma, ya walau baru dasar tapi dampaknya besar :)
Didapatkan dari seorang ukhty [Thanks to Ukh.ER atas ilmu ini], yang namanya perempuan setidaknya bisa melakukan yang satu ini, apalagi seorang muslimah. Jangan kalah donk dengan wanita yang lain, di balik kesederhanaannya muslimah juga kudu pinter dandan, apalagi buat suami kelak [hahah... jauh buuu...]. Remember, just "suami" bukan yang lain :).
Let's cekot-cekot eh... cekidot!

Yang sekarang lagi tren di kalangan cewek apalagi remaja masa kini tu, make up wajah yang natural, artinya bisa nyatu dengan wajah asli gitu walau make-up.an tapi seperti hampir ga kelihatan kalau pake make-up :). So, ga kelihatan banget kaya badut di pesta ultah, heheh... atau bahkan sampai "manglingi" [bahasa jawa ni, artinya kaya' bukan dia gitu kalau lihat mukanya, jadi beda]

Ini warna-warna pilihan untuk make up dengan warna kulit, bisa menciptakan kesan alami pada riasan wajah:
> Warna Kulit Kuning Langsat
    - Alas bedak dan bedak taburnya disesuaikan sama warna kulit aja, karena kuning langsat cenderung sudah hampir mendekati putih. Tapi kalo pengin lebih putih lagi bisa ditambah atau ganti yang warna bedaknya agak putih.
        - Perona pipi pake yang pink [baby pink]

> Warna Sawo Matang
    - Sama dengan warna kulit aja, sawo-sawo manis gitu :D.
        - Perona pipi pake yang warna2 karamel gitu, tapi kalopun pake pink juga ga masalah tapi yang lebih kalem.

> Kulit Berwarna Coklat
    - Alas bedak, sesuai warna kulit aja.
    - Perona pipi, yang kalem-kalem warnanya.

Eng, ing, eng saatnya corat-coret wajah...
1. Pertama wajah dibersihkan dulu pake milk cleanser kemudian dibersihkan lagi pake face tonic. Setelah itu wajah dibasuh dengan air hangat supaya make-up yang dipakai nanti tidak mudah luntur.

2. Setelah wajah dikeringkan dengan handuk, lalu pakai pelembab atau alas bedak. Di sini, ada saran yang punya kulit berminyak ga usah pake pelembab jadi langsung pakai alas bedak aja. Bagi yang punya kulit normal, kering, atau normal-berminyak pakai pelembab dulu baru kemudian diberi alas bedak, seru euy... :)

3. Lanjut-lanjut... setelah semua merata dilanjutkan ke tahap penaburan bunga [eh... penaburan bedak]. Pake bedak padat, bisa sampai beberapa lapis [ratusan, kaya' iklan :D]. Biasanya kalo rias pengantin normalnya sampai tujuh lapis [beuh... ga bisa membayangkan perempuan2 yang nikah betapa beratnya membawa beban bedak di wajah, heheh...tabaruj*]. Kembali ke topik, karena ni temanya natural n minimalis, jadi paling hanya dua lapis. Lapisan pertama warnanya yang agak gelap, bisa juga disesuaikan dengan warna kulit. Lapisan kedua agak cerah, then lapisan selanjutnya lebih cerah lagi. Jadi, semakin keluar semakin cerah warnanya, tapi juga disesuaikan dengan jenis kulit. Kalo basicly kulit agak gelap takutnya malah kelihatan banget belangnya [kaya permen nanti, blang-blang-blang, haha...]

4. Lanjut ke bagian bawah mata diberi pensil mata [hadeh... baru pertama pake nangis-nangis nie, kena pensil :D]. Ini dipake di bagian garis mata yang bawah.

5. Lanjut ke atas di kelopak mata. Na, di sini ada dua warna yaitu untuk kelopak mata itu sendiri and di atasnya untuk bagian bawah alis di tulang atas kelopak mata. Untuk bagian kelopak mata, biasanya pake warna yang sesuai dengan karakter wajah [hehe, ada karakternya ternyata] kalo wajahnya agak kalem ya pake yang agak berani sedikit warnanya, kalo wajah galak atau tegas ya pake yang agak soft-soft warnanya, tapi ni juga tidak terlepas dengan warna di atasnya. Jadi, dimatch-kan juga cocok ga untuk warna di atasnya. Nah, untuk warna di atas kelopak mata biasanya disesuaikan dengan kostum yang dipake. Misal pake baju warna ijo ya pake warna ijo, biru juga biru. Tapi ni fleksibel, kalo misalnya ga cocok dengan warna yang sesuai dengan kostum, bisa diganti dengan warna lain yang sinkron dengan warna di keopak. [haduh... belibet yak :D].

6. Lanjut ke bagian alis mata. Disesuaikan dengan bentuk alis asli aja biar natural. Dan ingat, pada umumnya pada dicukur alisnya kalo pake make-up, jangan sampai mau ya ukhty-ukhty... ini pemberian Alloh sudah paling baik :).

7. Then, turun ke pipi. Di sini, dilihat juga bentuk wajahnya. Kalo berwajah lonjong cara melukis pipinya dibuat melingkar di bagian tulang pipinya. Supaya terkesan ga terlalu lonjong. Trus, untuk yang berwajah agak bulet, atau oval atau bahkan bulet :D, cara melukisnya pas di tulang pipi, dari bawah ke atas, mengikuti bentuk tulang pipinya. Supaya wajahnya terkesan ga terlalu bulet. Dan jangan terlalu berlebihan warnanya nanti malah jadi saingan jengkelin :D.

8. Kemudian ke bagian tengah yaitu hidung. Supaya hidung terkesan agak mancung [cie... acha-acha] dan tulang hidngnya terlihat maka bagian tengahnya [tulang hidung pas] diberi eye-shadow yang warna putih dari hidung bagian atas turun ke bawah. Kemudian bagian samping kanan-kiri hidung diberi eye-shadow yang warna agak coklat.

9. Terakhir ke bawah lagi, di bagian mulut, yaitu lipstik. Once again, tema kita natural, jadi kita pilih juga warna lipstik yang tidak terlalu mencolok maybe warna-warna pastel. Jika belum terlalu terlihat bisa ditambah warna yang agak mencolok sehingga terjadi perpaduan. Tapi, disini juga diperhatikan sesuai tidak dengan warna asli mulut dan kulit.

Dan akhirnya, selesailah lukisan natural di wajah kita ukhty :).
Jika ingin menghapus lukisan, kembali ke awal menggunakan milk cleanser dan face tonic dengan kapas.

* Tabarruj:
Apa itu tabarruj yang di maksudkan di dalam firman Alloh:
"dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkahlaku (tabarruj) seperti orang-orang jahiliah dahulu (pertama)". (Al-Ahzab:33) 


Mereka yang memasukkan celak dan pewarna telapak tangan sebagai perhiasan yang boleh dipamerkan di hadapan lelaki yang mahram, biasa digunakan oleh para wanita pada zaman Rasulullah s.a.w atau tradisi arab dahulu:
1. Khidhab Pewarna untuk tangan
2. Shufrah Pewarna kuning untuk wajah
3. Kalkun Pewarna untuk memerahkan wajah
4. Isfidaj Pewarna putih untuk wanita berhias.
5. Celak Berhias pada mata


Intinya bercelak [berias] yang wajar saja, secara sopan tidak perlu berlebih seperti wanita jaman sekarang pada umumnya, sebab kita punya izzah sebagai seorang muslimah :). 

Thursday, November 24, 2011

Sunday, November 13, 2011

Engkau bilang

Edit Posted by with 2 comments
Engkau bilang ini hanyalah untuk perapian dalam penataan...



Setengah tahun yang lalu, hal ini juga saya alami. Malam itu, menjadi malam yang cukup memilukan buatku. Saat baru saja kutemukan sosok yang bisa membantuku untuk tenang, saat aku baru saja selesai mengungkapkan yang selama ini kupendam karena belum tahu harus bercerita ke siapa lagi. Saat sepekan sebelumnya aku menemuimu, sendiri... berdua dan ditemani bidadari kecilmu :). Saat aku menyimpulkan bahwa engkaulah orang yang memang tepat untukku bertukar pikiran tentang peliknya kehidupan. Saat aku sudah tidak ragu lagi untuk mengungkapkan apa yang ada di benak selama ini. Tapi, takdir berkata lain... saat itulah engkau menyampaikan, bahwa ada perubahan lagi dalam sistem. Rasa tidak percaya sama sekali, secepat inikah? Tapi inilah sunatullah...


Dan di lingkaran itu, amanah sebagai amir melekat. Harus bisa mengkomunikasikan ini dengan teman-teman yang lain. Harus bisa menenangkan kesedihan yang mungkin akan terpancar dari teman-teman. Dan akhirnya engkau berikan solusi untuk mengatasi itu semua. Sebagai kenang-kenangan untuk sesama saudara, terbiasa dengan membawa ini-itu di hari HA itu. Sedih sebenarnya dalam hati ini, tapi aku tidak boleh memperlihatkan hal ini di hadapan mereka terlebih dahulu.

Dan skenarionya memang benar-benar indah. Pagi itu ketika hari HA, saat itu sebuah kabar yang cukup menguras hati dan pikiran. Aku bingung, cemas, apa yang harus aku lakukan? tenang, ya... mencoba menenangkan diri, tapi ya tetap saja ujung-ujungnya nangis :D. Karena emosiku hanya bisa kuungkapkan dengan menangis. Ya Rabb, sebenarnya ada apa, di saat hari itu aku harus berpisah secara sistem dengan teman-teman di lingkaran, di saat itu pula Engkau memberikan suatu kabar yang membuatku tidak tahu harus berbuat apa, sebuah fitnah-fitnah kecil yang dibesar-besarkan, hanya masalah kecil yang seharusnya tidak perlu dibesarkan, hanya salah paham, dan di situ akulah lakon utamanya [uda kaya' sinetron sj ini, pakai lakon utama, haha...] :D

Hanya karena salah paham, kurang adanya komunikasi yang baik, sikap su'udzon, kurang klarifikasi, mengada-adakan, menghubung-hubungkan antara masalah kecil yang satu dengan yang lain, inilah yang terjadi sudah menjadi masalah klasikal di lembaga. Aaarrrghhh...
Saat itu, rasanya ingin berteriak sekencang-kencangnya. Serasa ingin melepas kepala ini untuk sejenak ketika itu. But, life must go on [kemr-Inggris lg :D] Huhft... Alhamdulillah, mencoba menenangkan diri. Lanjut ke agenda setelah itu, rutinitas di lab maintenance. Mencoba untuk tidak menampakkan apa yang baru saja terjadi [mewek.com, hahay...]. Smile...smile... smile... :)


Thursday, November 10, 2011

Berbuatlah Karena Alloh

Edit Posted by with 4 comments
Pelik permasalahan yang terjadi akhir-akhir ini terutama di amanah baik lembaga ataupun instansi, saya conclusion-kan [haha... kemr-Inggris :D] salah satunya adalah karena setiap melakukan sesuatu diawali dengan niat bukan karena Alloh [termasuk yang nulis ini terkadang masih terbersit rasa-rasa yang lain :D].

Well, alhamdulillah ketika bertamasya di dunia maya, kebetulan menemukan artikel ini :D, bisa jadi sebuah tamparan yang cukup mengena dan evaluasi buat saya khususnya :D.

Oleh Dr Abdul Mannan
Problematika besar bangsa ini sejatinya bermula dari sebuah kerusakan kecil. Seperti peristiwa kebakaran hebat, ia bermula dari percikan api yang kecil. Karena itu, kita harus senantiasa mengantisipasi terjadinya kerusakan kecil agar tidak telanjur makin besar.

Kerusakan kecil itu ialah ketidakmurnian niat dalam berbuat atau melakukan sesuatu. Islam sangat memperhatikan masalah niat. Niat yang salah (tidak karena Allah) akan menghilangkan pahala dari kebaikan yang dilakukan meskipun amal tersebut tergolong amal saleh yang dicintai Allah dan rasul-Nya. “Sesungguhnya amalan-amalan itu tergantung niatnya. Sesungguhnya bagi setiap orang adalah apa yang ia niatkan.” (HR Bukhari Muslim).

Jadi, sekalipun seseorang mampu merangkai kata-kata indah nan memukau atau mampu bekerja keras dengan penuh semangat, tapi tidak diniati karena Allah, sia-sialah semuanya. Niat yang buruk atau niat yang ditumpangi oleh kepentingan nafsu akan menimbulkan perselisihan serius sehingga menyebabkan terjadinya perdebatan, perteng karan, perkelahian, bahkan permu suhan dan dendam. Oleh karena itu, ber hati-hatilah dalam mengambil sebuah keputusan sebelum bertindak.

Kita harus memastikan secara jernih bahwa yang kita lakukan benar- benar semata-mata karena Allah agar mendapat keridaan-Nya. Jika sudah memastikan bahwa yang kita lakukan adalah murni karena Allah, lalu direspons keliru oleh orang lain, janganlah terprovokasi untuk marah. Tetaplah tenang dan bersegeralah mengingat Allah. Bahkan jika perlu, mohonkanlah ampun buat orang tersebut dan bermusyawarahlah bersamanya dalam mengambil keputusan. “Maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu.” (QS [3]: 159).

Demikianlah yang dicontohkan oleh Khalid bin Walid. Tatkala ia dinonaktifkan sebagai panglima jenderal kaum Muslimin oleh Khalifah Umar bin Khattab, Khalid sama sekali tidak bereaksi negatif, justru ia bersyukur karena Allah telah membebaskan dirinya dari besarnya amanah yang sangat berat. Ketika ditanya oleh sahabatnya perihal penonaktifan dirinya, Khalid menjawab singkat, “Saya berjihad ini karena Allah, bukan karena Umar.” Khalid tetap dalam pasukan meskipun berubah posisi hanya sebagai prajurit biasa.

Sebagai seorang Muslim, sikap seperti itulah yang harus kita pelihara dalam diri kita, yaitu menjaga kemurnian niat dalam berbuat. Jangan sampai hanya karena tidak lagi diberi kesempatan memimpin, lalu langsung meradang dan mencemooh semua orang.

Begitupun bila kita sebagai pemegang kebijakan, hendaknya mengambil keputusan atas dasar niat suci karena Allah yang disertai dengan musyawarah. Jangan sampai membuat keputusan atas dasar kepentingan diri (otoriter), apalagi hanya karena pengaruh pihak lain.

Saat ini dan ke depan, marilah kita tata kembali niat dalam berbuat dan semata-mata hanya mengharap rida Allah SWT. Sekiranya semua umat Islam memahami hal ini dan melakukannya dalam kehidupan sehari-hari, akan terbinalah ukhuwah Islamiyah. Wallahu a’lam.

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/11/11/10/luf4x0-berbuatlah-karena-allah

Sunday, October 9, 2011

Belajar cuek

Edit Posted by with 1 comment
"Belajar cuek...cuek sedikit boleh kan?"
Hmm... satu pelajaran yang bisa saya dapatkan dari orang-orang yang bisa menginspirasi, yaitu orang yang cuek. Hebat ya, terkadang cuek ada sisi positifnya, ya karena segala sesuatu pasti ada sisi positif dan sisi negatif. Cuek, memang terkadang diperlukan ketika menghadapi sebuah permasalahan yang kurang efektif ketika dipikirkan banget-banget gitu. Masalah yang mungkin kurang penting, masalah yang biasanya belum ditabayunkan dengan yang bersangkutan.

Dan ini saya alami, sering sekali orang menilai dari luar saja. Ada yang menilai positif sampai terkagum-kagum (heheh...) ada juga yang menilai negatif sampai titik terdalam seakan-akan kesannya benar-benar negatif (subhanalloh). Padahal kalau saya analisa (cie...mata kuliah anapersisi ni :D), kemungkinan besar yang menilai positif itu justru belum tahu saya yang sebenarnya, kalau sudah tahu pasti bakal ilfeel (heheh) karena kemungkinan apa yang dinilai tidak sama dengan kenyataan :D. Dan kemungkinan kecil untuk yang menilai saya negatif karena mereka belum tahu juga saya yang sebenarnya, terkadang menjudge sesuatu tanpa tabayun terlebih dahulu kepada yang bersangkutan (walau kadang saya juga begitu kalau benar-benar firasat berkata orang ini negatif :D).

Na, mungkin dengan cuek, hal-hal tadi bisa saya lalui. Karena, terkadang ketika dipikir banget, justru kurang efektif. Masih banyak hal lain yang lebih penting untuk dipikirkan :D. Contoh lain juga yang saya alami, ketika menjadi seorang pemimpin, sakaligus da'i tentunya, bagaimana berusaha mewarnai lingkungan tapi bukan terwarnai (this is my motto: "berusaha membaur tapi tidak melebur"). Ketika mendapatkan amanah di luar kerohanian, adalah tantangan besar bagi saya, karena dia harus bisa memanage, adaptasi, mewarnai, dan bla..bla..bla.. di lingkungan yang lebih menantang, medan dakwah yang lebih banyak rintangan dan ujian. Tidak seperti di lingkungan kerohanian yang cukup strategis untuk bergerak, lebih aman dalam menyerukan dakwah (walau tidak sepenuhnya, karena terkadang di dalamnya sendiri ada orang-orang munafik yang berusaha untuk menggulingkan). Tapi, memang itulah yang saya rasakan, ada perbedaan pastinya. Bagaimana seorang da'i dituntut untuk bisa tetap dalam keistiqomahannya dalam rukhi, ketika berada di lingkungan yang sangat-sangat heterogen dan ammah.

Friday, September 30, 2011

Selamat Milad My Brother^^

Edit Posted by with No comments
Hmm... sudah terlambat nge-post, tapi insyaAlloh tidak mengapa :D
From 22 Sept 1999- 22 Sept 2011
Sudah 12 tahun usiamu. Jarak usia yang terpaut cukup jauh membuat jalan dan cara pikir kita. Kadang dekat, kadang jauh karena beda pendapat, kadang mbak yang kurang mengalah, kadang dirimu yang terlalu nakal :D.
Semua campur aduk deh...
Yang mbak harapkan dik, semoga di usiamu yang semakin beranjak dewasa ini bisa lebih dewasa lagi. Menjadi anak yang lebih sholeh lagi (ingat, target insyaAlloh masuk pondok--> jadikan impian mbak yang belum tercapai untuk masuk pondok ini menjadi nyata :)).
Dan semua yang terbaik yang mbak harap untuk dirimu, tidak dapat mbak sebutkan satu per satu.
Mbak sayang denganmu dik, walau meski tak tersampaikan dengan kata-kata (he7x... melo-melo)

Dan inilah kita...
Ternyata sudah setinggi kakaknya :D

Sunday, August 7, 2011

Selamat milad Bapak

Edit Posted by with No comments
51 years old, 7th August 2011

Hai engkau...
yang menjelma berkah untuk semesta ini
menjejak penuh kharisma
matahari pagi sepanjang hidup kami

Hai engkau...
yang mengajar kami
kesempurnaan mencicip rasa
bukan hanya mengakrabi tawa
tapi juga memahami duka
dan itu karena kau cinta

Hai engkau...
yang selalu ingin kami tukar riuh peluhmu,
dengan air melati yang jernih
dengan kelopak mawar yang wangi
dengan tanjung yang merekah putih
dengan apapun yang indah untuk dirimu
tapi tak cukup, tetap tak tertukarkan
tetap saja peluhmu yang paling jernih
tetap saja peluhmu yang paling wangi
tetap saja peluhmu yang paling putih

Hai engkau...
kami hanya punya setumpuk cita
kami kejar agar kau bangga
kami juga punya senyum dan cinta
rajuk manja, dan peluk mesra
kami tumpahkan untukmu
tanpa kenal masa
dan pastinya kami punya untai-untai doa
semoga kau selalu dicintai Sang Penguasa

Hai engkau
selamat hari lahir ke 51
senja memang
tapi kami tahu kasih sayangmu
takkan berhenti karena senja

Hai engkau
terima kasih

Dari kami, yang selalu mengelilingimu
seperti planet-planet yang setia pada tata surya
ibu yang tegas, yaqub yang bandel, dan emy yang terkadang keras kepala :)

Umi... i proud of you...

Edit Posted by with No comments


Ahad, 7 Ramadhan 1432 H

Pagi itu, saya bersama umi yang bangun lebih dahulu untuk menyantap makanan sahur :). Awalnya kami sambil mengobrol-ngobrol ringan, sampai akhirnya saya bercerita kalau bulek (adik ibu saya) sering bertanya tentang bahasa Inggris lewat sms. Bulek biasa menanyakan hal ini ketika sambil mengajari anaknya (keponakan saya) mengerjakan PR. Ya, kalau dihitung-hitung hanya seangkatan saya ke bawah yang bisa belajar bahasa Inggris dengan lebih baik, heheh... walau sebenarnya juga tidak pandai-pandai amat :D. Maklum, anak-anak simbah hanya tamatan SMP, SD saja. Hingga obrolan kami mengarah ke ibu, beliau bercerita bagaimana perjuangan beliau ketika mempertahankan untuk tetap bersekolah.

Kalau dari cerita beliau, kakek (almarhum) memang orang yang sangat kolot, dan karena memang basicly dari keluarga yang pas-pasan, beliau takut kalau sekolah hanya akan menghabiskan biaya. Beliau juga beranggapan bahwa perempuan ujung-ujungnya hanya di dapur (memang benar-benar kolot). Tapi, ibu berusaha mematahkan pendapat bapaknya itu. Beliau nekat ingin melanjutkan sekolah ke jenjang SMP. Dengan dibantu kakak perempuan (bude), seharga Rp 21.000,- akhirnya beliau mendaftar di sekolah terfavorit di kabupaten daerah kelahirannya. Uang sebesar itu jaman dahulu sudah cukup untuk bersekolah selama 3 tahun kata beliau, tidak perlu biaya tambahan apa-apa lagi. Ketika mendaftar, sampai tes ujian masuk sekolah pun beliau tidak menceritakannya kepada orang tua. Tahu-tahu sudah diterima dan masuk sekolah (subhanalloh...).

Karena dari orang tua sudah tidak mengijinkan dari awal, maka uang sakupun ibu juga mencari sendiri. Beliau sekolah sambil bekerja dengan menjadi buruh batik (hmm... ternyata ibu bisa membatik). Hasil dari buruh batik beliau tabung dan beliau pakai untuk uang saku sekolah sehari-hari. Dahulu makanan dan jajanan masih sangat murah kata beliau. Ada yang Rp 1,- ada juga Rp 5,- Rp 25,- Rp 50,- itu sudah dapat makanan jajanan sekolah. Biaya SPP pun hanya Rp 1.000,- . Hmm... sungguh berubah jaman sekarang apa-apa mahal :D. Karena ibu juga masih punya dua orang adik, maka uang yang dihasilkan beliau pun juga dibagi untuk membantu menyekolahkan adik-adiknya ketika beliau sudah bekerja lulus dari SMP. Sungguh perjuangan yang tidak terhitung, sangat mandiri sekali ibu, hmm... saya harus bisa meneladaninya. Terkadang saya malu, sudah sebesar ini belum bisa membuat orang tua tersenyum, yang ada cuma minta-minta-minta dan minta :D.

Salah satu yang bisa membuat saya selalu bersemangat dalam apapun (selagi itu kebaikan) adalah mengingat orang tua saya. Perjuangan, pengorbanan dan semangat kerja keras pantas sekali diteladani. Menjadi anak yang bisa memberikan yang terbaik untuk orang tua adalah cita-cita saya khususnya dan semua anak pada umumnya.
Di dalam hadits yg diriwayatkan oleh Imam Bukhari disebutkan bahwa ketika sahabat Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma melihat seorang menggendong ibu untuk tawaf di Ka’bah dan ke mana saja ‘Si Ibu’ menginginkan, orang tersebut berta kpd, “Wahai Abdullah bin Umar, dgn peruntukanku ini apakah aku sudah membalas jasa ibuku.?” Jawab Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma, “Belum, setetespun engkau belum dpt membalas kebaikan kedua orang tuamu” [Shahih Al Adabul Mufrad No.9]
Subhanalloh... kita tidak akan bisa membalas semua jasa-jasa dari orang tua kita :).

Friday, July 29, 2011

Dan ketika tubuh ini merasakan sakit

Edit Posted by with 2 comments

Tidak ada alasan ketika seorang pejuang berhenti melakukan dakwah, ingin selesai dalam jalan dakwah, kecuali ketika dia MATI. Dan ketika tubuh ini merasakan sakit, alhamdulillah ini artinya Alloh sedang menginginkan saya untuk beristirahat sejenak. Tapi, sebelum tubuh ini benar-benar tidak bisa berdiri dengan tegak, maka rasa sakit itu adalah sebagai kekuatan untuk terus bergerak. Dakwah tidak butuh orang yang lemah, orang yang banyak mengeluh, orang yang manja. Tapi dakwah adalah butuh orang-orang yang benar-benar berkomitmen dengan keikhlasan satu tujuan-ialah Alloh SWT. Tapi harus ada batasan-batasan juga ketika memanage diri sendiri, karena kalau bukan diri sendiri, siapa lagi orang yang bisa mengukur kemampuan diri, dan ingat, tawazun itu penting.

Dan ketika rasa sakit itu datang, ada pengobat yang bisa menawarkan sedikit rasa sakit ini, yang memang tidak bisa dibandingkan dengan rasa sakit yang diderita saudara di Palestina. Alhamduillah saya menemukannya, selembar nasihat ini...
Teringat kembali akan nasehat, Ust. Rahmat Abdullah,  
Tentang dakwah...
Memang seperti itu dakwah. Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk, dan tidurmu.
Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang umat yg kau cintai.Lagi-lagi memang seperti itu.
Dakwah..Menghisap saripati energimu. Sampai tulang belulangmu.Sampai daging terakhir yg menempel di tubuh rentamu. Tubuh yg luluh lantak diseret-seret. Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari.
Seperti  itu pula kejadiannya pada rambut Rasulullah. Beliau memang akan tua juga.Tapi kepalanya beruban karena beban berat dari ayat yg diturunkan Alloh.
Sebagaimana tubuh mulia Umar bin Abdul Aziz. Dia memimpin hanya sebentar.Tapi kaum muslimin sudah dibuat bingung.Tidak ada lagi orang miskin yg bisa diberi sedekah.Tubuh mulia itu terkoyak-koyak. Sulit membayangkan sekeras apa sang Khalifah bekerja.Tubuh yang segar bugar itu sampai rontok. Hanya dalam 2 tahun ia sakit parah kemudian meninggal.Toh memang itu yang diharapkannya, mati sebagai jiwa yang tenang.
Dan di etalase akhirat kelak, mungkin tubuh Umar bin Khathab juga terlihat tercabik-cabik.Kepalanya sampai botak. Umar yang perkasa pun akhirnya membawa tongkat ke mana-mana. Kurang heroik? Akhirnya diperjelas dengan salah satu luka paling legendaris sepanjang sejarah, luka ditikamnya seorang Khalifah yang sholih, yang sedang bermesra-mesraan dengan Tuhannya saat sholat.

Dakwah bukannya tidak melelahkan... 
Bukannya tidak membosankan...
Dakwah bukannya tidak menyakitkan...
Bahkan juga para pejuang risalah bukannya sepi dari godaan kefuturan.

Tidak... 
Justru kelelahan....
Justru rasa sakit itu selalu bersama mereka sepanjang hidupnya.
Setiap hari, satu kisah heroik, akan segera mereka sambung lagi dengan amalan yang jauh lebih “tragis”.

Justru karena rasa sakit itu selalu mereka rasakan, selalu menemani...
Justru karena rasa sakit itu selalu mengintai ke mana pun mereka  pergi...
akhirnya menjadi adaptasi...

Kalau iman dan godaan rasa lelah selalu bertempur,pada akhirnya salah satunya harus mengalah.Dan rasa lelah itu sendiri yang akhirnya lelah untuk mencekik iman...Lalu terus berkobar dalam dada...
Begitu pula rasa sakit...Hingga luka tak kau rasa lagi sebagai luka. Hingga “hasrat untuk mengeluh” tidak lagi terlalu menggoda, dibandingkan jihad yang begitu cantik.
Begitupun Umar...
Saat Rasulullah wafat, ia histeris. Saat Abu Bakar wafat, ia tidak lagi mengamuk.Bukannya tidak cinta pada abu Bakar. Tapi saking seringnya “ditinggalkan”, hal itu sudah menjadi kewajaran. Dan menjadi semacam tonik bagi iman... 
Karena itu kamu tahu...
Pejuang yg heboh ria memamer-mamerkan amalnya adalah anak kemarin sore. Yang takjub pada rasa sakit dan pengorbanannya juga begitu. Karena mereka jarang disakiti di jalan Alloh...
Karena tidak setiap saat mereka memproduksi karya-karya besar.
Maka sekalinya hal itu mereka kerjakan, sekalinya hal itu mereka rasakan, mereka merasa menjadi orang besar.
Dan mereka justru jadi lelucon dan target doa para mujahid sejati, “ya Alloh, berilah dia petunjuk...sungguh Engkau Maha Pengasih lagi maha Penyayang...“
Maka  satu lagi seorang pejuang tubuhnya luluh lantak. Jasadnya dikoyak beban dakwah. Tapi iman di hatinya memancarkan cinta... Mengajak kita untuk terus berlari...

Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.
Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.
Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.
Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu.
Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu.”
(alm. Ust Rahmat Abdullah)

Kalau iman dan syetan terus bertempur. Pada akhirnya salah satunya harus mengalah.
La'allanaa fii barokatillah....
Ya Alloh, karuniakanlah kami panasnya iman yang mampu membakar ruh HAMAASAH untuk terus bermujahadah dengan penuh kesabaran....aamiin.

Semangatiadakhir iEMaY !

Thursday, July 21, 2011

Hey Ladies_^

Edit Posted by with No comments
Terinspirasi dari penyanyi Rossa_^
Cocok banget buat cewek-cewek jaman sekarang, heheh...

Hey Ladies--> Rossa


Sudah kubilang jangan terlalu yakin
Mulut lelaki banyak juga tak jujur
Bila sakit hati wanita bisanya nangis

Sudah ku bilang jangan terlalu cinta
Kalau patah hati siapa mau nolong
Seperti langit dan matahari tak bersatu lagi

*) Hey ladies jangan mau di bilang lemah
Kita juga bisa menipu dan menduakan
Bila wanita sudah beraksi dunia hancur

*) Hey ladies sekarang cinta pakai otak
Jangan mau rugi hati dan juga rugi waktu
Bila dia merayumu ingat semuanya bohong
Memanglah tak semua laki-laki busuk
Namun ladies tetaplah harus waspada
Semogalah kita semua akhirnya
Mendapatkan cinta yang tulus
Sudah kubilang jangan terlalu yakin
Mulut lelaki banyak juga tak jujur
Bila sakit hati wanita bisanya nangis

Saturday, July 16, 2011

Ketenangan itu

Edit Posted by with 2 comments

Dear Greeny,
Sudah sepekan ini saya melakukan aktivitas puasa kampus,heheh... bahasa lainnya baru dalam proses magang gitu :).
Dan banyak hal yang saya dapat di sini. Sebuah tempat menuntut ilmu yang baru berdiri tiga tahun ini. Bangunan yang sederhana, yang dulunya adalah bekas sekolah dasar. Kini dijadikan sebagai Sekolah Menengah Kejuruan, yang didirikan oleh yayasan Solo Peduli. Sungguh berbeda ketika saya membandingkan kehidupan di tempat itu dengan di kampus. Dan satu kata yang bisa saya simpulkan di sini adalah saya menemukan ketenangan. Ya, sepertinya kata itu yang pas saya ucapkan, walaupun di sela waktu ini ada job dari pembimbing yang cukup membuat penat. Tapi, semua itu terobati dengan kehidupan sehari-hari yang saya alami di sini. Kesederhanaan, keramahtamahan murid-murid dan guru-guru yang ada di sini, sangat welcome dengan kami yang sedang magang, kejujuran-keluguan dan kelucuan murid-murid ketika saya ajak ngobrol. Dan segala yang saya lihat dan rasa walau baru sebentar di sini, saya merasakan betah untuk seharian, bahkan mungkin berbulan-bulan di tempat itu.

Kadang memang ada rasa ingin cuek sedikit dengan tanggung jawab yang ada di kampus, dalam artian bukan sepenuhnya lho. Tidaklah... just kidding,heheh... tapi memang kami yang magang di tempat itu full seharian jam kerja, sehingga membuat agenda-agenda yang lain kadang memang harus ditinggalkan. Bisa tersenyum sendiri ketika mengingat dua tempat yang sangat berbeda ini. Walau mungkin di tempat itu masih minim fasilitas, tapi itu semua membuat saya bersyukur, bahwa di belahan bumi ini masih ada instansi yang memang mengedepankan kualitas, bukan kuantitas. Di tempat itu saya merasakan ada sense of belonging yang tinggi dari murid-murid terhadap sekolahnya. Rasa pendekatan personal yang patut diacungi jempol antara guru dengan murid. Guru bagaikan orang tua sendiri. Murid-murid benar-benar dididik menjadi orang yang kreatif, inovatif dan percaya diri. Kadang saya pun merasa malu ketika mendengar mereka berargumen di kelas, karena saya pikir mahasiswa saja belum tentu bisa ngomong seperti ini. Itupun mahasiswa yang ikut berorganisasi saya kira belum tentu semuanya bisa, apalagi mahasiswa yang pasifis bukan aktivis,heheh.

Monday, July 11, 2011

Wednesday, July 6, 2011

Tausiyah Hari Ini

Edit Posted by with 2 comments
Bismillah
Apa kabar iman?
Iman adalah jaminan yang paling kuat dalam hadapi pasang surut kehidupan, orang beriman tak akan pernah putus asa dan kehilangan kepercayaan dalam kondisi apapun, sebab mereka tahu mereka terikat dengan kekuatan yang tak terbatas dari Sang Pencipta, hati mereka senantiasa tenang, jernih dan kuat, HAMAASAH! 
Orang yang beriman selalu punya cara sendiri untuk menata hati, meski berlawanan dengan apa yang ia terima dalam kehidupan, saat mendapat musibah air mata menetes, tapi hati terilhami untuk meyakini bahwa apa yang diberikan Alloh padanya pasti yang terbaik untuknya. Fisik mungkin lelah, pikiran mungkin penat, tapi tidak dengan hati yang terus yakin diuji Alloh, itu tanda Alloh masih sayang padanya.



Wednesday, June 29, 2011

Evaluasi setengah waktu

Edit Posted by with 5 comments



Bismillah...
Alhamdulillah...
Alloohu Akbar...
Sampai mungkin berjuta-juta kalimat dzikir kusebut tidak akan mampu menutupi  ataupun membayar semua nikmat yang tak terhitung dari-Mu ya Rabb, sampai detik inipun masih bisa kurasakan betapa gratis-nya hembusan nafas oksigen ini. Engkau memberikan semua ini dengan cuma-cuma. Segalanya Engkau berikan kepada hamba-hambaMU, dan itu tidak mengurangi sedikitpun kuasaMU, semua itu Engkau lakukan karena Engkau mencintai kami-hambaMU. Maka, apakah pantas jika aku mengkhianati cintaMU? dengan meninggikan cinta pada yang lain di atas cinta-MU? :)

Di ujung pertengahan tahun ini sungguh saya rasakan banyak sekali hal-hal luar biasa dalam perjalanan hidup. Bahkan sampai sayapun tidak bisa mengungkapkan satu per satu. Satu semester pula saya alami beriringan dengan kehidupan di rumah, di kampus, di amanah. Huhf... rasanya sangat campur aduk seperti gado-gado yang biasa saya makan :D bahkan mungkin lebih dari itu. Senang, sedih, bahagia, tertawa, menangis, sehat, sakit, merenung, menjerit, pusing, pening, rapuh, jatuh, bangkit, lelah, bangun kembali, berjalan, berlari, diam, bergerak cepat, semangat dan teman-temannya. Segalanya menjadikan pelajaran yang sangat-sangat berharga, sebagai bekal kehidupan kelak. Dan biasanya di lembaga-lembaga, organisasi-organisasi, dan kawan-kawannya banyak yang mengadakan Pleno di tengah tahun periode. Hmm... tidak ada salahnya jika sayapun juga mengadakan Pleno untuk diri saya sendiri, karena Evaluasi di awal itu lebih baik :).

Beberapa waktu ini saya sudah mengikuti pleno, RHL di tempat-tempat di mana amanah saya berada. Dan itu cukup menjadikan inspirasi bagi saya untuk mengikuti kegiatan Pleno Diri :). Pertanggungjawaban atas perbuatan diri selama setengah tahun ini, hmm... saya merasakan masih sangat jauh dari kesempurnaan. Target yang awal-awalnya (awalnya nie...) ditulis di list secara runtut tapi masih ada yang belum terealisasi. InsyaAlloh masih ada kesempatan, sebentar lagipun juga akan ada bulan Ramadhan. Target setengah tahun ke depan, bismillah...
> Fiqh Wanita, ayo dikhatamkan! :) sayang kan, buku kado milad spesial dari saudari spesial tidak dimanfaatkan ^_^
> Fiqh Puasa, dipelajari lagi, sudah gampang pikun, jadi harus baca ulang ^_^
> Target Ramadhan jangan lupa!
> Ayo segera khatam juz tiga puluh, malu sama teman-teman yang lain sudah lebih dari satu juz hafalannya ^_~
> Bulan depan bakal magang, segera diselesaikan project besar dari pembimbing! pun setelah magang bakal ujian presentasi, pun akan ada studi banding setelah itu, pun kemudian ada tugas akhir, subhanalloh.... pun-puuunnn...dak ini harus tetap tegak kuat :D (apa hubungannya)
> Ditingkatkan prestasinya, evaluasi belajar, harus tawazun dengan semua amanah tapi jangan dijadikan sebagai alasan!
Jangan sampai menyesal nantinya... ayo Emy awaken! :D.

Monday, June 20, 2011

Sedang Part (2)

Edit Posted by with 5 comments



BISMILLAH...
ORANGE => identik dengan

SEMANGAT

I STILL REMEMBER THAT TOMORROW ONE OF MANY MY SISTA SAID

" SEMAPUT AJAH!"

[SEMANGAT PANTANG PUTUS ASA]

ALHAMDULILLAH...
AKHIRNYA JAWABANMU DATANG YA RABB
AKU MASIH PUNYA ORANG-ORANG DI SEKITAR 
UNTUK MEMBANTU BANGKIT KEMBALI

I WANT TO SCREAM
"ALLOOHU AKBAR!"

Wednesday, June 15, 2011

Serasa

Edit Posted by with 2 comments

Astaghfirullah (aku mohon ampun ya Alloh)- only that word, that i can speak, i speechless.
Serasa tubuh ini tiba-tiba melemas, seperti ditimpa sapu yang sangat panas menampar diri ini. Seperti hukuman cambuk bagi saya. Ya, cambuk itu adalah cambuk untuk saya menjadi lebih baik. Saya, pasti sangat butuh bantuan orang-orang sekitar saya untuk membantu saya kembali bangki berdiri setelah jatuh. Sudah dua kali ini dapat kritikan dari dosen, hiks :'(
Ke mana saya yang dulu? What's happend with me? Saya ini kenapa?
Kronologis kejadian
[setelah ujian]
Pak Dosen: "Dapat nilai berapa mbak?"
Me: "Jelek kog pak :D [sambil mringis-walau sebenarnya nangis (dalam hati)] "
Pak Dosen: "Kapan kamu bisa dapat nilai bagus? [sambil tersenyum sinis]"
Me: "He,lha njih ta pak :D [sakiiit, hiks 'mak JLEB kalau kata temen saya']"

Ya Kariiim...
Saya ini kenapa ya? Padahal juga sudah berusaha belajar, subhanalloh...
Hmm, sepertinya belum maksimal ni belajarnya. Saya rasa manajemen waktu saya juga agak berantakan akhir-akhir ini. Saya rasa, manajemen ruhi, jasadi, fikri juga sedang perlu diupgrade lagi dan lagi. Serasa hamba ingin berteriak sekencang-kencangnya ya Rabb, serasa hamba juga ingin melepas kepala ini untuk sejenak, subhanalloh. Bapak ibu, maafkan saya belum bisa memberikan yang terbaik, hiks.

Awaken3x...
Ayo imay, let's repaire of all. You still have the chance. Believe that you can! Sure, YOU CAN if YOU BELIEVE!
KEEP SPIRIT!

QS. Ar-Ra'du: 11
Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.

Monday, June 13, 2011

Ternyata

Edit Posted by with 2 comments

Huhf... Mencoba ganti browser, karena suatu hal yaitu saya tidak bisa mengenter URL dari Address Bar. Dari yang awalnya Mozilla firefox 3.6 menjadi 4.0, kemudian masih tidak bisa dienter ternyata, saya pindah lagi ke 3.6 tetap tidak bisa padahal jika memakai browser lain URL bisa dienter. So, sementara ini saya pakai Google Chrome. Dan ternyata usut punya usut, heheh... karena Add-ons AVG masih enable, maka harus didisabled.

Step-stepnya:
Buka Menu Tools dari Mozilla



then, pilih Add-ons-> AVG Safe Search, lalu didisable


Restart Firefox


Jadi deh, coba buka lagi Mozilla firefox, insyaAlloh berhasil :D



Sunday, June 12, 2011

Kunci Komunikasi

Edit Posted by with 2 comments

KUNCI-KUNCI KOMUNIKASI YANG SERING DIABAIKAN

Komunikasi itu adalah salah satu "pintu" yang dapat digunakan untuk menjangkau hati, cie... jadi pandai-pandailah berkomunikasi (terutama buat kita pada da'i, ehem termasuk PR buat saya ini :D). Biasanya nie, yang namanya pintu kan pasti ada kuncinya,nah dalam berkomunikasipun juga ada anak-anak kunci yang dapat membuka pintu hati tersebut, antara lain:

1. Gaya Mendengar
Hmm, mendengarpun juga ada gayanya ya? :). Nah, gaya mendengar di sini yang perlu kita latih adalah mendengarkan dengan TULUS. Gimana mendengarkan dengan TULUS? yaitu amati gimana gesture, intonasi, mimik, pilihan kata yang digunakan oleh lawan bicara (hmm ribet yak). Membelalakkan mata, mengerutkan alis, memiringkan kepala, meninggikan nada suar, melipat tangan di dada, bungkuk, tegap, konotasi kasar ataupun halus,dkk (udah kayak senam tubuh aja nie :D).

Nah, dari hasil pengamatan senam tubuh (ups, gaya mendengar) tadi, cobalah selami bagaimana perasaannya dan suasana hatinya, kemudian jadilah CERMIN dengan memberi respon yang sesuai misalnya nie, "Jadi maksud kamu adalah... ", "Hmm... begitu?" bla...bla...bla...

Agar gaya mendengarkan lebih meyakinkan lagi, ada tips mendengarkan nonverbal disebut HATI
>> H (Hening)
Cobalah untuk tidak melakukan apa-apa ketika mendengarkan, misalnya hindari mengetuk-ngetuk meja dengan alat tulis atau jari dan menggoyang-goyangkan kaki. Atau yang paling sering saya temui ketika saya mengajak bicara dengan lawan bicara, eh malah ditinggal sms-an atau ngobrol dengan orang lain (kalau sudah begitu bawaannya gemes gitu, heheh...kecuali kalau lawan bicara memberi komando "sebentar ya mau sms dulu" atau "bentar ni baru ada yang mau menyela" atau dan atau yang lain).

>> A (Aku ada!)
Aku ada di sini untuk mendengarkan (hmm, so sweet). Tunjukkan bahwa kita memang berniat untuk mendengarkan. Tunjukkan dengan cara sesekali menyentuh lawan bicara tanpa berlebihan, sesama muslimah pastinya sudah terbiasa dengan hal ini. Tunjukkan dengan berdekatan atau sedikit mencondongkan tubuh ke arah lawan. Lakukan secara wajar, tunjukkan dan tunjukkan :D.

>> T (Tatap Mata)
Budaya Asia tidak terlalu menganggap penting adanya kontak mata. Sering kali justru kita dianggap membangkang apabila kita menatap langsung mata orang tua atau atasan kita. Jadi kalau ngomong sama atasan kita biasanya nunduk aja melihat sepatu terus, heheh...). Dalam berpandang-pandangan tentunya yang harus kita ikuti adalah yang sesuai syariat. Selama tidak melanggar syariat, kontak mata bisa diperhitungkan untuk menjangkau hati lawan bicara. Membuka lebar mata dan membiarkan lawan bicara menatap menunjukkan kesungguhan dan perhatian yang besar terhadap lawan bicara. Dengan demikian lawan bicara akan merasa dihargai.

>> I (Intensitas Perhatian)
Betapa senangnya kita jika saat berbicara lawan bicara memusatkan perhatiannya pada kita. Kita akan termotivasi untuk menyampaikan pesan lebih terbuka lagi karena kita percaya lawan bicara juta menyimak dengan sungguh-sungguh (siip dah pokoknya, jadi bisa dipercaya orang lain :)).

Yeah... that's the number one of Kunci Komunikasi, semoga bisa menginspirasi saya khususnya, anda para pembaca pada umumnya, insyaAlloh kunci ke-2 dst to be continued... :)

Thursday, June 2, 2011

Kontemplasi ini

Edit Posted by with 2 comments
Saat hidup menyuguhkan beragam rumusan dan persepsi, saat semua orang sibuk beradu argumen, saling melempar retorika, merasa paling benar, menutup mata dengan kacamata kefanatikan, menyumbat telinga dengan kapas keegoisan, menolak setiap kritikan dan menangkisnya dengan sejuta alasan, maka aku lebih memilih untuk menghindar. Menghindar menuju kesendirian. Kesendirian yang akan mengajakku lebih banyak berpikir, lebih lama merenung. Menyelam ke dalam lubuk pikiran orang-orang, menerka apa yang orang lain rasakan, menilai cara mereka berpikir, mengetahui bahwa tiap orang punya cara pandang yang berbeda tentang apapun, hingga kemudian aku tenggelam dalam labirin penafsiran. Sendirian.

Terserah kau mau menyebutku pengecut atau pecundang yang bersembunyi di balik keapatisan. Terserah kau mau menyebutku egois atau semau gue. Setidaknya dari sana, ruang yang kusebut kontemplasi itu, aku mengerti betapa Alloh Sang Penulis Skenario benar-benar punya cara berbeda dalam mendidik anak cucu Adam.

Aku sangat ingat ketika ada yang mengingatkan, entah maksudnya mengingatkan atau memotivasi atau apa maksudnya aku pun juga tidak tahu. Yang jelas banyak yang menghasilkan tafsiran yang berbeda-beda ketika dia berucap. Aku memang paling sensitiv kalau sudah bicara tentang 'perbandingan'. Karena menurutku perbandingan itu baru boleh dibandingkan jika memiliki dua sisi yang sama, keadaan yang sama, kondisi yang sama, posisi yang sama. Sementara hidup ini dinamis, terus ada perkembangan, kadang di atas-kadang di bawah seperti roda berputar.

Jika diibaratkan seorang mukmin seperti seekor lebah, seperti dalam hadist "Perumpamaan seorang mukmin itu seperti lebah, ia makan yang baik, dan jika mengeluarkan sesuatu dari dirinya, ia mengeluarkan sesuatu yang baik, dan jika hinggap di kayu yang kering rapuh, ia tidak mematahkan kayu itu.” (Hadist Hasan diriwayatkan oleh Al Baihaqi),maka sebagai da’i yang tugasnya menyeru, mungkin kita belum memiliki daya sengat seperti yang dimiliki lebah. Ucapan kita tidak didengar, ajakan kita tidak direspon.

Wahai Saudaraku

Edit Posted by with No comments
Dapat sms tausiyah dari rekan seperjuangan, sebuah peringatan yang cukup mengena di hati, ketika jiwa ini merasakan penat yang luar biasa, sering terjadi kebimbangan, seering terjadi kontras pemikiran dengan sisi sana sini, ingin sebuah kenyamanan dan keadilan, ingin ada orang yang mendengarkan curahan hati karena semua itu [lebay] :D


Wahai saudaraku...
Apakah semua cobaan ini membuat tekad dan semangatmu surut?
Apakah tantangan ini membuatmu lemah, lesu dan menyerah?
Akankah hal ini membuatmu berniat pensiun dari dakwah?
Na'udzubillah...
Semoga tidak!
Karena para mujahid adalah MANUSIA-MANUSIA TAHAN BANTING
Mari kita hadapi semua itu dengan SABAR dan TAQWA sebagaimana firman Alloh 

QS. Ali-Imron: 120

jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.

Sunday, May 29, 2011

Untukmu Teman

Edit Posted by with 1 comment
Huhf...cukup penat dengan tugas2, deadline2, belum di rumah baru ada acara bongkar rumah :D, [ceritanya baru  dibedah rumah ortu]. Hmm... sambil jaga toko umi di depan rumah, sambil ngerjakan tugas, kalau lagi pening2 gini, biasanya istirahat sejenak untuk refresh kembali otot dan otak yang mulai tegang, heheh...

Dengerin murottal udah, dengerin nasyid juga, hem... akhirnya biasanya buka file-file lama ketika rihlah bareng teman2 seperjuangan ketika itu. Rihlah di akhir periode kepengurusan with teman2 SKI . Jadi senyum2 sendiri, sedih juga, campur aduk, senyum karena Gue bisa GILA bareng mereka. Sedih karena saat ini harus berpisah dengan mereka, karena takdir menentukan bahwa saya harus menjalani amanah di tempat yang berbeda. Mereka yang bisa membantu menentramkan hati ketika suntuk, mereka yang ikhlas setiap membantu, mereka yang membantu membuatku tersenyum ketika benar2 merasakan kepiluan. Tapi, Ukhuwah itu tidak akan pernah berakhir, yah... Never Ending Ukhuwah :)

Hmm... jadi ingat nasyid-nya Brother "Untukmu Teman"
Di sini kita pernah bertemu 
Mencari warna seindah pelangi 
Ketika kau menghulurkan tanganmu 
Membawaku ke daerah yang baru 
Dan hidupku kini ceria 

Kini dengarkanlah 
Dendangan lagu tanda ingatanku 
Kepadamu teman 
Agar ikatan ukhuwah kan bersimpul padu 

Kenangan bersamamu 
Takkanku lupa 
Walau badai datang melanda 
Walau bercerai jasad dan nyawa 
Mengapa kita ditemukan 
Dan akhirnya kita dipisahkan 
Mungkinkah menguji kesetiaan 
Kejujuran dan kemanisan iman 
Tuhan berikan daku kekuatan 

Mungkinkah kita terlupa 
Tuhan ada janji-Nya 
Bertemu berpisah kita 
Ada rahmat dan kasih-Nya 

Andai ini ujian  
Terangilah kamar kesabaran 
Pergilah gelita hadirlah cahaya 
Diselamanya

Dan ini aksi GILA kami :D


Lagi


Lagi


Dan Lagi


Saudari2ku... aku rindu kebersamaan itu, aku rindu kita yang dulu, kenapa sekarang kita seperti tercerai berai, apakah memang aku yang sudah berubah, atau kalian? atau ini hanya pikiranku saja.
Tapi yang pasti, kalian akan selalu di hati ... 

Wednesday, May 25, 2011

Kenapa Harus Mereka?

Edit Posted by with 1 comment
Well... hasil dari browsing2, menemukan sebuah bacaan yang cukup mengena di hati ^_^

Terkadang orang heran dan bertanya, kenapa harus mereka?
Yang bajunya panjang, tertutup rapat, dan malu-malu kalau berjalan..
Aku menjawab.. Karena mereka, lebih rela bangun pagi menyiapkan sarapan buat sang suami dibanding tidur bersama mimpi yang kebanyakan dilakukan oleh perempuan lain saat ini..

Ada juga yang bertanya, mengapa harus mereka?
Yang sama laki-laki-pun tak mau menyentuh, yang kalau berbicara ditundukkan pandangannya.Bagaimana mereka bisa berbaur…

Aku menjawab.. Tahukah kalian.. bahwa hati mereka selalu terpaut kepada yang lemah, pada pengemis di jalanan, pada perempuan-perempuan renta yang tak lagi kuat menata hidup. Hidup mereka adalah sebuah totalitas untuk berkarya di hadapan-Nya.. Bersama dengan siapapun selama mendatangkan manfaat adalah kepribadian mereka.Untuk itu, aku menjamin mereka kepadamu, bahwa kau takkan rugi memiliki mereka, kau takkan rugi dengan segala kesederhanaan, dan kau takkan rugi dengan semua kepolosan yang mereka miliki. Hati yang bening dan jernih dari mereka telah membuat mereka menjadi seorang manusia sosial yang lebih utuh dari wanita di manapun..

Sering juga kudengar.. Mengapa harus mereka?
Yang tidak pernah mau punya cinta sebelum akad itu berlangsung, yang menghindar ketika sms-sms pengganggu dari para lelaki mulai berdatangan, yang selalu punya sejuta alasan untuk tidak berpacaran.. bagaimana mereka bisa romantis? Bagaimana mereka punya pengalaman untuk menjaga cinta, apalagi jatuh cinta?

Aku menjawab...
Tahukah kamu...bahwa cinta itu fitrah, karena ia fitrah maka kebeningannya harus selalu kita jaga. Fitrahnya cinta akan begitu mudah mengantarkan seseorang untuk memiliki kekuatan untuk berkorban, keberanian untuk melangkah, bahkan ketulusan untuk memberikan semua perhatian.

Namun, ada satu hal yang membedakan antara mereka dan wanita-wanita lainnya. Mereka memiliki cinta yang suci untuk-Nya. Mereka mencintaimu karena-Nya, berkorban untukmu karena-Nya, memberikan segenap kasihnya padamu juga karena-Nya… Itulah yang membedakan mereka..
Tak pernah sedetikpun mereka berpikir, bahwa mencintaimu karena fisikmu, mencintaimu karena kekayaanmu, mencintaimu karena keturunan keluargamu.. Cinta mereka murni.. bening.. suci.. hanya karena-Nya..

Kebeningan inilah yang membuat mereka berbeda… Mereka menjadi anggun, seperti permata-permata surga yang kemilaunya akan memberikan cahaya bagi dunia. Ketulusan dan kemurnian cinta mereka akan membuatmu menjadi lelaki paling bahagia..

Sering juga banyak yang bertanya.. mengapa harus mereka?

Yang lebih banyak menghabiskan waktunya dengan membaca Al-Qur’an dibanding ke salon, yang lebih sering menghabiskan harinya dari kajian ke kajian dibanding jalan-jalan ke mall, yang sebagian besar waktu tertunaikan untuk hajat orang banyak, untuk dakwah, untuk perubahan bagi lingkungannya, dibanding kumpul-kumpul bersama teman sebaya mereka sambil berdiskusi yang tak penting. Bagaimana mereka merawat diri mereka? bagaimana mereka bisa menjadi wanita modern?

Aku menjawab..

Tahukah kamu, bahwa dengan seringnya mereka membaca al Qur’an maka memudahkan hati mereka untuk jauh dari dunia.. Jiwa yang tak pernah terpaut dengan dunia akan menghabiskan harinya untuk memperdalam cintanya pada Allah.. Mereka akan menjadi orang-orang yang lapang jiwanya, meski materi tak mencukupi mereka, mereka menjadi orang yang paling rela menerima pemberian suami, apapun bentuknya, karena dunia bukanlah tujuannya. Mereka akan dengan mudah menyisihkan sebagian rezekinya untuk kepentingan orang banyak dibanding menghabiskannya untuk diri sendiri. Kesucian ini, hanya akan dimiliki oleh mereka yang terbiasa dengan al Qur’an, terbiasa dengan majelis-majelis ilmu, terbiasa dengan rumah-Nya.

Jangan khawatir soal bagaimana mereka merawat dan menjaga diri… Mereka tahu bagaimana memperlakukan suami dan bagaimana bergaul di dalam sebuah keluarga kecil mereka. Mereka sadar dan memahami bahwa kecantikan fisik penghangat kebahagiaan, kebersihan jiwa dan nurani mereka selalu bersama dengan keinginan yang kuat untuk merawat diri mereka. Lalu apakah yang kau khawatirkan jika mereka telah memiliki semua kecantikan itu?

Sunday, May 22, 2011

Tausiyah Hari Ini

Edit Posted by with 6 comments
Biarlah hanya cinta kita padaNYA yang menjadi pembakar semangat ketika kita memerlukan energi ekstra dalam menunaikan amanah. 
Yakinlah dengan pengorbanan yang kita lakukan, kan menjadi mozaik berharga kelak dalam suatu masa...
Hingga akhirnya kita meyakini...cukuplah Alloh di hati dan bersama cinta inilah kita akan terus melangkah...senantiasa bergerak memberi arti bagi hidup...
Ketika usahamu dinilai tak jua membuahkan hasil, maka kau sedang belajar keikhlasan. 
Ketika kau letih dan ingin berhenti, maka kau sedang belajar arti pengorbanan. 
Ketika semua cobaan datang menyapamu, maka kau sedang belajar untuk lebih bersyukur dan mendekat kepadaNya. 
Ketika hatimu terluka dalam, maka kau sedang belajar memaafkan. 
Teruslah kokoh berdiri dalam keistiqomahan di jalanNya, sampai akhir hayat.



Trust...that's me ^_^

Edit Posted by with No comments



Dear Grenny...
Ehem... dapet surat Cinta lagi dari Saudari seperjuangan.
Well... satu orang lagi sudah memahami dan mengerti tentangku. Ya Rabb, aku bersyukur, akhirnya ada orang2 di sekitarku yang bisa mengenalku Lebih Dekat. Tidak sekedar menerka2 dan menduga dari kejauhan. Karena bagiku Melihat Segalanya Lebih Dekat akan Membuat Kita Bisa Menilai, Lebih Bijaksana ^_^. 


Me, seorang hamba-Nya yang ingin selalu berusaha bermanfaat bagi orang lain, yang berusaha sebisa mungkin mempelajari hal baru yang ada, yang berusaha beradaptasi ketika menemukan lingkungan yang baru, yang ingin peduli dan ramah dengan orang2 di sekitarku, dan kadang saking pedulinya, kadang diri sendiri malah terlantarkan, subhanalloh ^_^ . Ketika terjatuh, akan banyak orang di sekitarku kucari tuk membantuku bangkit. Ada yang bilang kalau kesendirianku yang biasa kuungkapkan kepada mereka menjadikanku semakin tegar menghadapi halang-rintang yang ada, ya... karena aku sangat butuh sahabat yang mendampingiku, walau mungkin tidak kudapat sampai detik ini, tapi aku yakin ketika tiba masanya nanti, akan ada seorang sahabat yang mampu menjadi imamku sekaligus teman mengarungi kehidupan yang akan datang, sang aku ini pun juga punya prinsip Selalu berusaha menjadi seperti ikan di lautan, tapi memang terkadang prinsip ini ada yang menyalah artikan bahwa sang aku terkesan " Keras Kepala, semau gue" whatever they spoke, yang pasti semua itu kulakukan atas dasar dan alasan yang kuat :D yang memang menurut sang aku hidup harus punya prinsip Guys! dan sebenarnyapun sang aku adalah orang yang mudah luluh, Sang aku juga kadang bisa menjadi tertutup, karena memang sang aku tidak bisa menerima semua teman yang bisa dipercaya utk sharing2 masalah privacy, jadi jangan heran teman2 ketika sang aku yang katanya biasanya banyak senyum & ceria tiba2 mendadak menjadi pendiam :D, karena mungkin ketika itu sedang ingin diam, ingin suatu ketenangan ketika merasakan kepenatan pikiran dan hati yang luar biasa [lebay...], paling tidak suka dengan kebohongan [ehem... sekarang harus berusaha menghilangkan bohong walau sekecil apapun] and everything yang bisa dipahami ketika mengenalku,yeah... that's me.

Dan semua manusia tak ada yang sempurna. Kalo bahasa Jawanya "Nobody's perfect" :D. Yang pasti selama ini Alloh selalu menutupi aibku, karena ketika Alloh membuka aibku, maka tidak akan ada satupun orang di dunia ini yang mau menjadi temanku :). Maka terimalah aku apa adanya.

Wednesday, May 18, 2011

Ketika Amanah Dipertanggungjawabkan

Edit Posted by with No comments

| Ketika waktu terasa begitu sempit, Alloh ingin menunjukkan pada kita begitu berharganya waktu…
| Ketika tubuh terasa letih, Alloh ingin mengingatkan begitu lemahnya manusia…
| Semua itu dengan kekuasaanNya…
| Alloh ingin meninjukkan bahwa cintaNya tak pernah habis untuk hamba-hambanya…
Jika Dakwah adalah jalan yang panjang, jangan pernah berhenti sebelum menemukan penghujungnya…
Jika bebannya berat, jangan minta yang ringan, tapin mintalah punggung yang kuat untuk menopangnya…
Jika pendukungnya sedikit, jadilah yang sedikit itu…
Semoga kita termasuk orang-orang yang sedikit itu…
Perjalanan hidupku berubah 180 derajat ketika aku memasuki bangku perkuliahan. Sudah hampir 2 tahun ini aku menikmati segala pendidikan kehidupan di kampus tercinta. Banyak yang kudapat dari semua yang kulalui. Dan salah satunya adalah amanah. Amanah ketika aku belajar di kampus ini banyak sekali yang membuatku menjadi terinspirasi. Dulu ketika masih di bangku sekolah, aku tidak kenal organisasi. Hingga akhirnya, jalan-Nya menuntunku ke sebuah fakultas yang banyak kutemukan hal-hal yang luar biasa di sini. Pertama aku mengikuti beberapa organisasi, mungkin karena rasa kepercayaan, banyak sekali aku mendapatkan tempat cukup urgen ketika dalam suatu kepanitiaan. Hingga akhirnya satu tahun berlalu, ada satu amanah yang cukup berat ketika mengembannya. Menjadi salah satu pemimpin dalam pilar-pilar di bawah seorang pemimpin umum. Yang di mana sebagai penyangga atap sekaligus penghubung dengan bumi (lantai). Awal ku menerima tawaran ini, sungguh dalam kebimbangan yang luar biasa. Antara rasa peduliku melawan keegoisanku. Di satu sisi aku sudah tidak ingin meneruskan kontribusiku di sini karena berbagai pertimbangan, tapi di sisi lain, banyak yang berteriak bahwa di sini masih banyak yang membutuhkan kontribusimu.
Hingga akhirnya suatu ketika aku melakukan kesalahan yang seharusnya tidak dilakukan oleh seorang pemimpin. Khilaf, mungkin kata itu yang bisa kuucap. Satu peraturan dari pemimpin di atasku sudah aku langgar. Tapi aku merasa memang sudah kupertimbangkan ketika aku harus memutuskan sesuatu. Banyaknya amanah membuatku harus bisa tawazun dengan semua. Dan memang terkadang harus mengorbankan salah satu untuk ditinggal sejenak. Keputusan inilah yang kuambil karena di luar sana masih banyak yang membutuhkanku ketika itu. Mungkin memang aku hanya melihat dari sudut pandangku tanpa mendengar teriakan teman2ku, "Emy... di mana kamu ketika kamu dibutuhkan?!!!". 
Tapi tolong, dengarlah jaritan hatiku juga kawan, bahwa di luar sana juga ada yang membutuhkanku. Aku percaya kalian bisa menghandle semua tanpa aku untuk sementara. Dan akhirnya "Panggilan" itu datang, sebuah amanah menuntut tanggung jawab. Ketika kau melakukan kesalahan, maka sewajarnyalah kau akan diadili. Dan aku berharap, peradilan bisa menegakkan keadilan setegak-tegaknya. Jika memang salah katakan salah, dan jika memang benar katakan benar. Aku juga tidak ingin mengulangi kesalahan lagi. Amanah ini memang harus dipertanggungjawabkan nantinya. Ya Rabb, aku hanya ingin melandaskan amanah ini karena-Mu, karena dakwah, bukan karena yang lain. 
Maafkan hamba-Mu ini jika memang belum bisa menjadi tauladan yang baik untuk orang-orang di sekitarku. Hanya aku memohon kepada-Mu, beri petunjuk padaku untuk memperbaiki semua kekurangan dan kesalahanku. Aku hanya mengharap ridho-Mu, bukan mengharap pujian dari orang lain. Bantu hamba untuk bisa selalu membersihkan hati hamba ini, dan beri kekuatan pada hamba untuk bisa mengemban amanah ini, hingga akhir waktu tiba. Aamiin.
[To: all my friend that i have disappointed, i'm sorry]
* Rabb...pinta kami,
jika dakwah adalah pilihan, maka biarkan hati ini memilihnya...
Jika dakwah adalah kewajiban, maka kuatkan kami menjalaninya...
Jika dakwah adalah kecintaan, maka ikhlaskan kami merasakannya...
Jika dakwah adalah kehormatan, maka percayakan kami menjaganya...
Jika dakwah adalah cita-cita, maka ijinkan kami memperjuangkannya...
Jika dakwah adalah sesuatu yang indah maka ridhokan kami menikmatinya...