Saturday, July 16, 2011

Ketenangan itu

Edit Posted by with 2 comments

Dear Greeny,
Sudah sepekan ini saya melakukan aktivitas puasa kampus,heheh... bahasa lainnya baru dalam proses magang gitu :).
Dan banyak hal yang saya dapat di sini. Sebuah tempat menuntut ilmu yang baru berdiri tiga tahun ini. Bangunan yang sederhana, yang dulunya adalah bekas sekolah dasar. Kini dijadikan sebagai Sekolah Menengah Kejuruan, yang didirikan oleh yayasan Solo Peduli. Sungguh berbeda ketika saya membandingkan kehidupan di tempat itu dengan di kampus. Dan satu kata yang bisa saya simpulkan di sini adalah saya menemukan ketenangan. Ya, sepertinya kata itu yang pas saya ucapkan, walaupun di sela waktu ini ada job dari pembimbing yang cukup membuat penat. Tapi, semua itu terobati dengan kehidupan sehari-hari yang saya alami di sini. Kesederhanaan, keramahtamahan murid-murid dan guru-guru yang ada di sini, sangat welcome dengan kami yang sedang magang, kejujuran-keluguan dan kelucuan murid-murid ketika saya ajak ngobrol. Dan segala yang saya lihat dan rasa walau baru sebentar di sini, saya merasakan betah untuk seharian, bahkan mungkin berbulan-bulan di tempat itu.

Kadang memang ada rasa ingin cuek sedikit dengan tanggung jawab yang ada di kampus, dalam artian bukan sepenuhnya lho. Tidaklah... just kidding,heheh... tapi memang kami yang magang di tempat itu full seharian jam kerja, sehingga membuat agenda-agenda yang lain kadang memang harus ditinggalkan. Bisa tersenyum sendiri ketika mengingat dua tempat yang sangat berbeda ini. Walau mungkin di tempat itu masih minim fasilitas, tapi itu semua membuat saya bersyukur, bahwa di belahan bumi ini masih ada instansi yang memang mengedepankan kualitas, bukan kuantitas. Di tempat itu saya merasakan ada sense of belonging yang tinggi dari murid-murid terhadap sekolahnya. Rasa pendekatan personal yang patut diacungi jempol antara guru dengan murid. Guru bagaikan orang tua sendiri. Murid-murid benar-benar dididik menjadi orang yang kreatif, inovatif dan percaya diri. Kadang saya pun merasa malu ketika mendengar mereka berargumen di kelas, karena saya pikir mahasiswa saja belum tentu bisa ngomong seperti ini. Itupun mahasiswa yang ikut berorganisasi saya kira belum tentu semuanya bisa, apalagi mahasiswa yang pasifis bukan aktivis,heheh.



Di tempat itu saya rasakan ketenangan batin dan juga pikiran. Walau sebenarnya pun tidak perlu mencari tempat yang tenang untuk seorang yang mempunyai iman [istilahnya ya pasti mampu menata hati, meski berlawanan dengan apa yang ia terima dalam kehidupan, seperti postingan sebelumnya]. Maksudnya di sini bukan menjadi alasan seorang yang mengaku dirinya beriman tapi tidak dapat menata hati, menata ketenangan, karena seharusnyalah dalam kondisi apapun dan di manapun ia harus mampu :). Tapi, memang rasa itu lebih saya rasakan di tempat itu. Sejenak saya ingin juga ketenangan pikiran dan batin, karena ketika di kampus saya alami kehidupan yang penuh retorika. Seakan semua ingin menomorsatukan bahkan memenangkan dan menjunjung tinggi masing-masing idealismenya. Kekontrasan pemikiran, ketidaksepahaman prinsip, ketidakseragaman pendapat, lontaran makian, kritikan, masukan, sanjungan yang membuat hati melambung tinggi ke angkasa dan membuat ujub, sambutan tidak hangat ketika datang di suatu rapat koordinasi atau suatu acara, bercanda yang sangat berlebihan yang sering didengar yang membuat hati menjadi mati dan keras, obrolan-obrolan yang kurang bahkan tidak bermanfaat (gosip, figuritas ... oh SUJU, oh Girl Generation, oh JeBe [Jakarta-Bandung kale euy] oh bla,bla,bla), kecurangan dalam pengerjaan tugas-kelompok ataupun ujian, ketidakseriusan dosen memberi nilai (yang belajar sungguh-sungguh malah dapet nilai lebih rendah dari yang tidak serius belajar, hmm...kadang terasa tidak adil), ketidakjujuran perkataan bahkan sulit membedakan mana yang jujur dan mana yang bohong, kepandaian mengolah perkataan sehingga membuat orang terpana dengan apa yang diucapkan, pemandangan yang membuat mata menjadi buram karena hanya disuguhkan dengan clothes style yang up to date, bahkan terkadang tak sengaja memandang lawan jenis sampai membuat hafalan surat menjadi hilang [heheh...pengalaman pribadi], pemandangan peristiwa maksiat bercampurnya dua lawan jenis bukan mahram [khalwat] yang sudah bukan menjadi kejadian yang tabu, keegoisan yang kadang membuat terhambatnya suatu rencana dalam teamwork, dan masih banyak kawan-kawannya yang selama ini membuat saya merasakan kepenatan yang luar biasa dan sering ingin menjerit sekencang-kencangnya [lebay mode on]. Subhanalloh, inilah jalanMu...

Semua tidak kudapat di tempat itu, dan memang jangan sampai ada. Karena saya sedang membutuhkan tempat untuk meletakkan ketenangan sejenak. Beristirahat dari aktivitas hiruk pikuk yang biasa saya alami. Saya tidak merasa merugi memilih tempat ini untuk saya jadikan tempat magang. Sungguh saya merasakan tersenyum yang sebenarnya, karena bahagia dalam suasana ketenangan pikiran dan hati. Terimakasih ya Alloh... :)

2 comments:

petri said...

daftar kerja disitu aja...
:bd

Unknown said...

heleh...
ya, biarkan waktu yg menjawab :D
tapi, cita-citanya ga di situ, udah ada calon yg lain jd target :D