Friday, June 1, 2012

Intinya ada pada diri sendiri

Edit Posted by with No comments

Teringat taujih...
Berada dalam kafilah dakwah memang tak luput dari lelah, tapi bukan berarti kita harus menyerah.
Berada dalam kafilah dakwah memang sering membuat kitah terengah-tengah, tapi bukan berarti kita harus bertambah lemah.
Keadaan terkadang tak seindah angan dan fikir kita, terkadang realita yang ada mengajarkan kita untuk lebih dewasa, bijak dan cerdas. Karena dakwah mengajarkan kita akan realita!

Lagi...
Dakwah bukannya tidak melelahkan, bukannya tidak menyakitkan, bahkan para pejuang risalah bukannya sepi dari godaan kefuturan.
Tidak...justru kelelahan, justru rasa sakit itu selalu bersama mereka sepanjang hidupnya,setiap hari...akhirnya menjadi adaptasi...
Dan rasa lelah itu sendiri yang akhirnya lelah untuk mencekik iman...begitu pula rasa sakit, hingga luka tak kau rasa lagi sebagai luka...

Lagi...
Memang seperti itu dakwah.
Dakwah adalah cinta.
Cinta akan meminta semuanya dari dirimu...sampai pikiranmu...sampai perhatianmu...berjalan...duduk...dan tidurmu...
Bahkan di tengah lelapmu...
isi mimpimu pun tentang dakwah... tentang umat yang kau cintai...

Dan itu baru sebagian taujih yang tersimpan di lepy... :D. Teringat kata Uni (begitu aku menyebutnya, seorang yang membantu membina diriku, seorang yang selalu hadir dalam setiap lingkaran dakwah, seorang yang menjadi tempat meminta nasihat, seorang yang menginspirasi tak hanya memotivasi) dan beliaupun berkata "Skripsi ataupun Tugas Akhir, ataupun apalah namanya, tidak akan mengurangi amanah yang ada, justru akan ditambah amanah". Subhanalloh, jleb... jleb... jleb..., sempat shock mendengar pernyataan beliau. Aarrgghh... rasanya ingin berteriak sekencang-kencangnya. Awal mendengar pernyataan itu, dalam batinku berkata "What? Tidakkah beliau mengerti dan memahami apa yang sedang terjadi padaku? Di saat-saat detik terakhir, benar-benar ingin memperjuangkan masa depan ini :(" Ya Rabbi...

Untung hanya batin yang berkata,heheh... dan akhirnya akupun tersadar karena hidayah Alloh. Terjadi nyata apa yang diungkapkan beliau. Saat planning jauh-jauh waktu untuk saat-saat terakhir menjadi mahasiswa, ingin melepas amanah, tapi takdir berkata TIDAK, justru saat-saat seperti ini saya seakan dihantam sebuah gunung yang sangat berat #lebay.com. Satu, dua, dan seterusnya semakin bertambah amanah, menumpuk.

Dan akhirnya ada seorang ukhty yang membantu menyadarkanku. Bahkan mungkin ujiannya lebih berat dibandingkan dengan saya. Saat dia harus mengerjakan tugas akhir, saat itu pula delapan amanah menjadikan dia sebagai panitia. Dalam waktu selama dua bulan setiap pekannya, tiga sampai empat hari ada agenda mabit. Ingin rasanya dia melepas amanah, tapi akhirnya diapun juga disadarkan temannya. Melepas amanah bukan solusi yang solutif, sebab di luar sana juga masih banyak yang mengalami ujian jauh lebih berat, bahkan ketika ingat kisah-kisah sahabat dan salafush sholeh. Yakin, ketika kita menolong agama Alloh, maka Alloh akan menolong kita.

This is the answer, saya tidak perlu khawatir, putus asa, mengeluh, dan kawan-kawannya. Intinya adalah pada diri saya sendiri. Tidak mungkin Alloh memberi ujian di luar batas kemampuan hamba-Nya. Ketika saya diberi amanah, berarti saya dipercaya mampu menjalankannya. Rabbi... berikanlah kemudahan, kekuatan, keistiqomahan dalam melewati semua ini. Aamiin...
Harus kelar semuanya... Hamaasah!

0 comments: