Showing posts with label Life. Show all posts
Showing posts with label Life. Show all posts

Thursday, July 17, 2014

Korban Bully #Part1

Edit Posted by with No comments
Sebenarnya banyak sudah saya mendapatkan bully, tapi baru bisa nulis sekarang, hehe
Setelah melaksanakan sholat dhuha di ruang perpus, seorang teman kerja melakukan bully, statusnya sudah berkeluarga dan punya dedek bayi. Saya sebut Bu IW.

Bu IW: "Undanganmu kapan bu?" (Kapan undangannya)
Me: "Undangan opo bu?" (Undangan apa bu?)
Bu IW: "Yo, undanganmu" (Ya, undangan pokoknya)
Me: "Njenengan ki, ora gur nekoni undangan, mbok ngewangi nggolekke ngono [sambil mringis]"
(Anda seharusnya tidak hanya bertanya tentang undangan, tapi juga membantu mencarikan)
Bu IW: "Weh, kok aku ngewangi nggolekke yo bahaya noh"
(Lho, kalau saya bantu mencarikan ya berbahaya donk)
Me: "Lha piye, mosok aku nggolek dhewe, yo soyo bahaya"
(Lha, bagaimana, masa' saya cari sendiri, itu lebih berbahaya)
(@#$*&$!@#($%$&$#*@#!)%*$*!#&$*!$()!&#$!)#$!&

#cekikikan.com
Dan sang pembully-pun tidak dapat berkata setelah saya jawab seperti itu.



Monday, April 15, 2013

Ini Penjelasanku

Edit Posted by with 4 comments
Kata dia, "ini ujian hati dik, tinggal anti kuat atau tidak"
Kata mereka, "sudah biasa, ketika seorang akhwat sudah lulus dan kemudian sudah mendapatkan pekerjaan, di sana... akan ada yang mencoba mendekati"
dan kata mereka juga, "ini merupakan trik-trik laki-laki"
Benar semua yang dikatakan dia, mereka dan mereka.
Hmm, ketika teringat nasihat-nasihat ini, simpulan senyum-senyum muncul di raut wajahku. Kalau dipikir-pikir, ada-ada saja hidup ini. Inilah pengalaman hidupku yang nyata :)


Dan inilah penjelasanku...
Ini kisahku, saat dulu mengenal cinta semu
Cuma cerita pencarian jati diri anak manusia
Masa belia, serba ingin mencoba segalanya
Tanpa sadar perangkap setan telah menanti di sana

Cintamu menerangkapku dalam dosa dan nafsu
Sampai hari itu, kejadian itu
Aku memutuskanmu
Ini penjelasanku...

Apa yang engkau mau kuberikan semampuku
Tapi yang satu itu tak boleh berlaku
Meski kau trus meminta tuk lakukan demi cinta
Tapi maaf aku tak mudah tuk tergoda
Saat kau tanya mengapa, Oou ku tak mau
Aku pun yakin menjawab
Karena Nya aku menolakmu
Lagunya Bang Haris Isa
Inpiring me,  dan buat kau, kau dan kau... inilah penjelasanku :) 

Monday, February 11, 2013

Resolusi Ini

Edit Posted by with 2 comments
[9 Februari 1991- 9 Februari 2013]
#baruSempatPosting


Bismillaah...
Ada pemandangan yang cukup menarik mata untuk meliriknya. Semacam penampakan angka-angka yang berjajar, semacam angka inipun berbentuk sama, dan semacam angka ini juga-ketika dibalik satu sama lain maka hasilnya juga sama. Dan semacam ini adalah angka 22. Ya, angka 22 layaknya bebek yang sedang berjajar rapi. Angka inilah yang menjadi saksi tersembunyi, perjalanan "anak manusia" keturunan Nabi Adam, dalam mengarungi bahtera kehidupan. Dan angka inilah yang menjadi tolok ukur semakin berkurangnya jatah "anak manusia" ini untuk hidup di dunia yang fana dan tiada abadi.

Satu tahun yang lalu, dengan hitungan kalender masehi yang kurang lebih (kata ilmu fisika) 365 hari, 12 bulan dan 24 jam, menjadi sejarah untuk "anak manusia" ini dalam merealisasikan misi-misi yang menjadi penjabaran dari visi hidupnya. Dan di angka sekarang ini adalah lanjutan perjalanan merealisasikan misi-misi lain dari "anak manusia" ini, karena menurutnya misi-misi yang telah dan masih dibangunnya, tidak hanya digunakan untuk kurun waktu satu atau dua tahun, tapi lebih dari itu dan selamanya.

Hmm... dari tadi ngomongin apaaa ni anak, tinggi banget bahasanya, sampai sulap melihat ke atas, saking tingginya. #kekekek...
Kembali ke leptop. Ukeee... to the point...
Sedih rasanya, ketika harus menghadapi kenyataan ini. Ketika Alloh Yang Maha Kuasa atas segalanya, menakdirkan saya untuk bertambah usia yang secara otomatis mengurangi jatah hidup di dunia. Tapi, itu sudah sunatullah, kita sebagai robot harus menerima, mematuhi segala perintah dan menjauhi larangan dari Sang Pencipta.

Monday, January 21, 2013

Jangan Bangga Dulu #ObrolanUnique part 2

Edit Posted by with No comments
 
Ketika itu, saya dan kawan-kawan rekan kerja menjenguk rekan kerja yang lain, yang baru saja lahiran anak. Muter-muter nyari alamat si ibu ini, akhirnya ketemu juga. Sampainya di sana, kami banyak sharing tentang Tarbiyatul Aulad tahap awal [kekekek...]. #hikmah silaturahmi

Ada satu percakapan menarik yang saya ingat terus sampai pada detik ini, yaitu ketika suaminya berkata bahwa, "Wahai para akhwat, janganlah kalian bangga menjadi akhwat sejati dengan bisa mengendarai kendaraan seperti pembalap, dengan alibi (setelah selesai satu urusan, kemudian ke urusan yang lain), sebelum kalian merasakan bagaimana sakitnya melahirkan. Itu baru bisa dikatakan akhwat sejati"

Mendengar statement itu, hmm... jleb-jleb-jleb
serasa terkena tamparan di pipi yang cukup mengena dan membuat pipi memerah ^^

Betul juga yang dikatakan bapak tersebut.
Saatnya persiapan jism nih ^_^
#satuHikmahLagiDariSilaturahmi

Friday, December 28, 2012

Panitia Hari Kiamat #ObrolanUnique part1

Edit Posted by with No comments
Lamaa... sekali tidak menjamah blog ini, heheh...
Sungguh akhir tahun ini sangat dipadatkan dengan aktivitas [sokSibuk]
Bahkan, bisa dikatakan sejumlah 24 jam dalam satu hari sangat kurang untuk melakukan segala "thethek bengek" aktivitas,he...

Suatu waktu, tepatnya pada tanggal 21 Desember 2012, yang konon diisukan akan menjadi hari kiamat [lebay], tepatnya hari Jumat, ketika mampir di sebuah pom bensin untuk memberi minum si ZR, ada sebuah percakapan antara si saya dan sang petugas pom. [Ceritanya saia ini SokKenalSokDekat]

saia(berkata pada bapak pom)     : "Hari ini katanya kiamat pak?"
bapaknya                                     : "Iya mbak, wah, gosip itu"
saia                                             : "Lha iya ta pak, kog ndak jadi ya?"
bapaknya                                    : "Tadi panitia hari kiamatnya mampir ke sini kog mbak, saya tanya kog nggak jadi kiamat? kata mereka ga' tahu, ndak jadi aja kiamatnya"
saia                                             : "O gitu ta pak? [ketawa terbahak-bahak, eh... ga sopan ^_^]

yaelah... si bapak pom, ada-ada saja, hehe...



Thursday, June 7, 2012

Raef With You

Edit Posted by with No comments
Refreshing sedikit, Dzikrullah....

Raef
-With You-
[Chris Brown Cover]


http://www.youtube.com/watch?v=kfnan71ANLY

Nih... Liriknya...
Allah,
I need Allah,
And the hearts all over the world tonight.
I said there's hearts all over the world tonight

What can I do?
I need Allah,
And the hearts all over the world tonight.
I said there's hearts all over the world tonight

Wish I was smarter, when I was younger.
Found something better - made me a winner and,
I'm so glad to be Yours!
It's my life that you own.

I start my journey when You forgive me
I swear my whole world stops.
You are in my heart and, I'm so glad that its fine
You are One truly kind...

You lighten me!
(I) Feel it, through and through, and
For sure ya Rabbee, there ain't nothing You can't do!
Because if I got You,
I don't need money!
I don't need cars!
Lord, you're my all!

And...Oh!
I'm into You my Lord,
No one else would do!
With every test you put me through,
the miracles, you help me do..
And now I know I can't be the only one,
I bet there's hearts all over the world tonight,
with the Love of their life who feel...what I feel when I'm

With You, with You, with You, with You, ya Rahman!
With You, with You, with You, ya Raheem!

I don't want nobody else
Without You there's no one left and,
the Master of judgment day,
I got to have Your love and I cannot do without,

If I got You,
I don't need money!
I don't need cars!
Lord, you're my all!

Oh!
I'm into You my Lord,
No one else would do!
With every test you put me through,
the miracles, you help me do..

With You, with You, with You, with You, ya Rahman!
With You, with You, with You, ya Raheem!

And I will never try to deny,
That You are my life,
Because if You ever let me go I would die!

So, I won't front!
I don't need another mission,
I just need you as my vision!
If I got You, I'll be straight,
Rabbi I need you every day!

Rabighfirly
Fantalkarimuu!

Wa'fu ya rabbi
Fantarrahimuu!

Friday, February 10, 2012

21 bukan 12

Edit Posted by with 5 comments
From 9 Februari 1991 until 9 Februari 2012...
Angka dua satu BUKAN satu dua. Jelas beda, beda jelas jauh sekali. Dan semoga saya bisa benar-benar berbeda dari sebelumnya, dari yang belum baik menjadi baik, dari yang baik menjadi lebih baik.


Saatnya menyusun skala prioritas dalam mengerjakan urusan yang bertumpuk-tumpuk. Benar-benar kepala ini terkadang memang rasanya ingin dilepas :D. Dari tahun 20 sampai 21 ini saya alami begitu banyak kejadian dan peristiwa yang mendewasakan diri. Sangat banyak derai tawa, air mata yang tertumpah, beuh.. yang pasti tidak akan terlupakan [dasar cengeng, huwek..huwek..].

Alloh menunjukkan kasih sayangNya dengan memberikan amanah yang cukup banyak ini untuk menjaga saya. Tapi di kala lemah saya rasakan ini adalah ujian. Banyak yang mengucap terimakasih kepada saya, dan saya yakin banyak dari mereka yang sudah sering saya sakiti, terutama orang-orang di dekat saya.

Benar-benar luar biasa hari-hari yang dilalui, semuanya campur aduk. Saatnya menjadi lebih dewasa lagi, tapi bukan tua :P. Yang ada kenapa setiap tempat yang dibahas ini? "nikah" haduh.. serasa pura-pura mati aja :D.
Ga di lingkaran, Sang Murabbi juga ketika mendiskusikan suatu materi pasti ada sangkut pautnya dengan hal ini, diskusi dengan orang, bahkan ibu saya setiap ada kesempatan ngobrol bareng, yang ada mengarah ke situ (glek..). Hmm, kayaknya memang sudah pantes, iyalah pantes sih pantes secara... usia sudah mencukupi standar perempuan siap nikah (hoho.. nikah muda). Tak jarang, tanpa sadar pula saya juga sering membahas hal ini (haha... ngaku). Anyway, bagi saya sah-sah saja dan ngga ada masalah membahas hal ini, toh ini juga untuk masa depan. Terkadang yang agak mengganjal ketika membahas hal ini di hadapan teman2 di kampus kenapa ya, sepertinya di mata mereka hal ini adalah hal yang tabu. Hmm, mungkin memang jalan pikirnya sudah berbeda, teman2 yang di luar sudah banyak yang berkeluarga juga :), jadi kebawa pemikiran masa depan.

Yang saya alami juga...
Percobaan dilakukan dengan dalih mencoba supaya bisa merasakan bagaimana sulitnya orang tua mencari rezeki. Padahal niatnya juga supaya ada tambahan bekal uang saku, hehe..masa kuliah malah dikurangi jatah uang sakunya sama ortu (ya, iyalah dulu pas sekolah uang saku lebih banyak karena dipake buat transport kendaraan umum, haha.. lha sekarang motoran kalau kuliah, bensin juga gratis ya terang kalau uang sakunya cuma cukup bahkan mepet, heheh..). Kalau di gantungan kunci motor saya (dari Joger oleh-oleh teman dari Bali) begini tulisannya "Uang memang mudah dibuang, tapi sulit didapat", si saya ini melakukan percobaan demi percobaan (seperti kelinci percobaan aja) dengan mengambil kuliah tambahan yaitu ngelesi, satu sampai dua tempat sana-sini privat ke rumah-rumah, pernah coba ikut bimbel juga (tapi rugi ternyata :D) akhirnya jualan nama sendiri tanpa harus nebeng bimbel, untung juga gue ambil sendiri (hahaha).

Ga segitunya juga kali bu..itung-itung membagi ilmu yang saya punya sambil belajar jadi guru, melatih kesabaran n alhamdulillah banyak yang saya dapat mempelajari karakter banyak anak (anak orang lho ya). Percobaan lain dilakukan dengan bantu jualan jilbab dagangannya teman, subhanalloh.. berdagang ternyata juga harus sabar n pintar marketing, banyak hal juga yang bisa saya dapat di sini. Terakhir setelah berdagang coba dilakukan dan akhirnya menyerah untuk waktu yang tidak lama, beralih ke jualan pulsa elektrik (hahaha). Alhamdulillah, sampai sekarang masih bisa melakukan dua hal yaitu masih (dipercaya) ngelesi n jualan pulsa, ya.. sedikit-sedikit lah yang penting ada usaha untuk belajar sebagai bekal hidup kelak di masa depan (wuih.. sok bijak gini yak? :D). Insya Alloh..


Well, mau dibawa ke mana angka 21 ini?
1. Tawazun
Tawazun or balance. Seimbang kalo bahasa Java-nya. Lebih diperbaiki keseimbangan antara keluarga, amanah di luar dan paling penting juga adalah Tugas Akhir, fighting! Ingat keluarga juga, jangan terlalu egois sama agenda di luar donk! Keluarga juga butuh kewajibanmu sebagai anak.

2. Lebih sehat
Harus bisa berubah juga untuk masalah qowiyul jism, rajin olahraga donk! fitnes gitu kek, check up-check up.. udah hidup selama ini belum pernah sama sekali je :D. Kalau sudah kelelahan sudah ga bisa ngapa2in, makanya tubuh juga perlu diperhatikan.

3. Open Minded
Lebih terbuka lagi ya bu.. masa pencarian sahabat lagi ini, setelah berpisah dengan sahabat lama, sulit untuk terbuka tentang masalah -masalah pribadi nie :D

4. Let's go Fat
Program penggemukan badan,heheh.. biasanya yang ada kan program diet badan, yah paling tidak nambah 3 kg lah. Lha mau gimana lagi kalau sudah dari sananya kurus ya tetep aja kurus. Kalau usaha, insyaAlloh juga bisa, masa' sudah hidup duapuluhsatu tahun belum pernah yang namanya donor darah karena BB tidak memenuhi.

5. Realistis donk!
Jangan hanya konsep-konsep, ngatur jadwal sana-sini, sampai di dinding kamar penuh tulisan. Yah... just tulisan imay! Mana konkrit-nya? Mulut, tangan, hati harus sesuai juga dengan real perbuatan donk :D Pengaturan waktu harus lebih baik.

6. Ikhlas
Benar-benar sulit mencapai satu kata ini, tapi kapan bisa meraihnya kalo ga dicoba? Bedakan antara niat dan azzam. Azzam hanyalah tekad dalam hati, tapi niat harus disertai dengan perbuatan! Ingat hadits Arba'in ke-1. Setiap pake jilbab selalu niatkanlah (ini yang sering kelupaan, selama ini hanya memakai saja, ga banget deh :D). Ikhlas, kosongkan semuanya kecuali untuk Alloh SWT, bukan yang lain! Ikhlas dengan setiap yang telah dilakukan orang lain terhadap kita, maafkan mereka yang sudah menyakitimu.

7. Target Ruhi
Ditingkatkan targetannya, jangan hanya stagnan :D. Harus ada peningkatan.

Yeah... bismillah
Ke mana lagi selain pegangan ucapan ini selain kepadaMu Ya Rabb. Hamba berharap Engkau menjaga keistiqomahan hamba dalam menjalani semua ini. Dan untuk semua hal yang saya alami selama ini, kata amazing yang bisa terucap. Banyak hal yang telah mendewasakan saya dan menambah semua pengalaman yang tidak mungkin terlupakan. Aku yakin Engkau selalu setia mendampingi hamba dalam keadaan apapun.

so Sweet...

Edit Posted by with No comments

Sms itu adalah sms ucapan ketika kemarin hari milad saya :)


Pukul 00:18 WIB
-Dari mb.Putri-
"Satu motivasi, yaitu Allah. Adapun motivasi lainnya harus dalam rangka 'karena dan/ atau untuk' Allah. Met milad dek..

Moga slalu dlm keridhaan Allah.

Pukul 04:43 WIB
-Dari mb.Anggun-
"Dik emy selamat ulangtahun tambah baik2nya  saja Tetap istiqomah ya ^.^"

Pukul 06:33 WIB
-Dari dik Cindra-
"Kadang kita tidak pernah merasa ketika 'dia' berangsur-angsur meninggalkan kita, dan menyisakan banyak kenangan indah hingga kenangan akan segala kekurangan kita. Yang kita tahu 'dia' takkan kembali dan hanya orang yang mengambil pelajaran yang menemukan makna atas kehadirannya. Ya Allah jadikan saudara, sahabat, temanku ini menjadi orang yang mampu menjadikan tiap umurnya adalah nafas-nafas berjuang di jalanMu. Berkahi dia, selamat bermuhasabah dipenambahan usia. Semoga hidup semakin hidup... Sugeng ambal warsa Mba Imay, Wish U be better than before... Fighting..."
    *)Subhanalloh... sampai berlayar-layar :D, so sweet banget dah pokoknya...

Pukul 11:24 WIB
-Dari Pak Dosen Pengelola a.k.a Mas Avies-
"Imay Ulang Tahun to hari ini? Met Milad yaa.. :) Smoga diberikan umur yang berkah & bermanfaat. Sukses dunia akhirat"
    *)Hadeh, baru nyadar ni mas Avies, gara-gara black forest, heheh...

Pukul 21:54 WIB
-Dari Risa-
"Baca sampai bawah ya Imay.. :) Allah slalu punya hadiah utk kita. Sebuah cahaya di kegelapan, sebuah rencana utk setiap hari esok, sebuah jalan keluar utk semua permasalahan, sebuah kebahagiaan utk setiap kesedihan dan sebuah kedewasaan utk setiap ujian yg datang. akupun punya hadiah utk mu, sbuah do'a yg kupanjatkan krn Allah.. Semoga kebahagiaan, kemudahan, kesehatan dan keselamatan selalu menyertai hidupmu.. Met berkurang jatah umurnya sistaa.. :)"
    *)Subhanalloh mulia sekali do'anya :)

Dan pastinya sederetan ucapan yang tertera di Facebook dari teman-teman :)
Terimakasih untuk segalanya :)
Saya tidak bisa membalas apa-apa, hanya Alloh yang bisa membalas ini.
Semoga setiap do'a diijabahi-Nya, aamiin :)

Wednesday, January 11, 2012

Indahnya Cintaku ^_^

Edit Posted by with 1 comment
Bukan bermaksud ANDILAU... cuma sedikit cari hiburan nie :D
sebelum maju pendadaran, setidaknya jangan terlalu stress lah :)
hahaha...

Waktu dengerin radio, set cari-cari frekuensi next... ga sengaja dengerin, ada lagu bagus (padahal tekad-nya si saia mau menjauhi n mengurangi lagu, tapi asyik juga nie lagu yang penting ga masuk ke hati). Liriknya pas juga buat masa depan, hahaha...

Nicky Tirta feat Vanessa Angel – Indah Cintaku


ku ingin kau tahu, ku ingin kau selalu
dekat denganmu setiap hariku

sudahkah kau yakin untuk mencintaiku
ku ingin hanya satu tuk selamanya

ku tak...melihat dari sisi sempurnamu
tak peduli kelemahanmu
yang ada aku jatuh cinta karena hatimu

Reff.
cintaku tak pernah memandang siapa kamu
tak pernah menginginkan kamu lebih
dari apa adanya dirimu selalu

cintaku terasa sempurna karena hatimu
selalu menerima kekuranganku
sungguh indah cintaku
sungguh indah cintaku, indah cintaku


# hahaha...
sama aje bug... gambarnya bikin galau
sstt... tidak ada kamus "Galau" dalam hidupku
Just lucu-lucuan aje tu [ngeles.com]
Yang penting ga terlalu penat n bisa terhibur saat ini
Semangat pendadaran magang!
Hamaasah!
^_^




Wednesday, December 21, 2011

Akibat lembur tugas

Edit Posted by with 1 comment
 
Pasca Lembur Laporan KMM
(Kegiatan Magang Mahasiswa)

hehe... sudah dimulai mengerjakan dari awal magang, tapi tetap juga masih harus banyak diperbaiki, apalagi yang belum dicicil sama sekali :D

Pasca 16 Desember 2011 pada tepar semua, haha...
tapi harus tetap semangat untuk mengalahkan sakit ini...
AYO SEMANGAT 
MASIH BANYAK TUGAS KULIAH YANG MENANTI
Perjuangan baru dimulai !!!
KEEP FIGHT !
^_^

Wednesday, December 14, 2011

Sunday, November 13, 2011

Engkau bilang

Edit Posted by with 2 comments
Engkau bilang ini hanyalah untuk perapian dalam penataan...



Setengah tahun yang lalu, hal ini juga saya alami. Malam itu, menjadi malam yang cukup memilukan buatku. Saat baru saja kutemukan sosok yang bisa membantuku untuk tenang, saat aku baru saja selesai mengungkapkan yang selama ini kupendam karena belum tahu harus bercerita ke siapa lagi. Saat sepekan sebelumnya aku menemuimu, sendiri... berdua dan ditemani bidadari kecilmu :). Saat aku menyimpulkan bahwa engkaulah orang yang memang tepat untukku bertukar pikiran tentang peliknya kehidupan. Saat aku sudah tidak ragu lagi untuk mengungkapkan apa yang ada di benak selama ini. Tapi, takdir berkata lain... saat itulah engkau menyampaikan, bahwa ada perubahan lagi dalam sistem. Rasa tidak percaya sama sekali, secepat inikah? Tapi inilah sunatullah...


Dan di lingkaran itu, amanah sebagai amir melekat. Harus bisa mengkomunikasikan ini dengan teman-teman yang lain. Harus bisa menenangkan kesedihan yang mungkin akan terpancar dari teman-teman. Dan akhirnya engkau berikan solusi untuk mengatasi itu semua. Sebagai kenang-kenangan untuk sesama saudara, terbiasa dengan membawa ini-itu di hari HA itu. Sedih sebenarnya dalam hati ini, tapi aku tidak boleh memperlihatkan hal ini di hadapan mereka terlebih dahulu.

Dan skenarionya memang benar-benar indah. Pagi itu ketika hari HA, saat itu sebuah kabar yang cukup menguras hati dan pikiran. Aku bingung, cemas, apa yang harus aku lakukan? tenang, ya... mencoba menenangkan diri, tapi ya tetap saja ujung-ujungnya nangis :D. Karena emosiku hanya bisa kuungkapkan dengan menangis. Ya Rabb, sebenarnya ada apa, di saat hari itu aku harus berpisah secara sistem dengan teman-teman di lingkaran, di saat itu pula Engkau memberikan suatu kabar yang membuatku tidak tahu harus berbuat apa, sebuah fitnah-fitnah kecil yang dibesar-besarkan, hanya masalah kecil yang seharusnya tidak perlu dibesarkan, hanya salah paham, dan di situ akulah lakon utamanya [uda kaya' sinetron sj ini, pakai lakon utama, haha...] :D

Hanya karena salah paham, kurang adanya komunikasi yang baik, sikap su'udzon, kurang klarifikasi, mengada-adakan, menghubung-hubungkan antara masalah kecil yang satu dengan yang lain, inilah yang terjadi sudah menjadi masalah klasikal di lembaga. Aaarrrghhh...
Saat itu, rasanya ingin berteriak sekencang-kencangnya. Serasa ingin melepas kepala ini untuk sejenak ketika itu. But, life must go on [kemr-Inggris lg :D] Huhft... Alhamdulillah, mencoba menenangkan diri. Lanjut ke agenda setelah itu, rutinitas di lab maintenance. Mencoba untuk tidak menampakkan apa yang baru saja terjadi [mewek.com, hahay...]. Smile...smile... smile... :)


Thursday, November 10, 2011

Berbuatlah Karena Alloh

Edit Posted by with 4 comments
Pelik permasalahan yang terjadi akhir-akhir ini terutama di amanah baik lembaga ataupun instansi, saya conclusion-kan [haha... kemr-Inggris :D] salah satunya adalah karena setiap melakukan sesuatu diawali dengan niat bukan karena Alloh [termasuk yang nulis ini terkadang masih terbersit rasa-rasa yang lain :D].

Well, alhamdulillah ketika bertamasya di dunia maya, kebetulan menemukan artikel ini :D, bisa jadi sebuah tamparan yang cukup mengena dan evaluasi buat saya khususnya :D.

Oleh Dr Abdul Mannan
Problematika besar bangsa ini sejatinya bermula dari sebuah kerusakan kecil. Seperti peristiwa kebakaran hebat, ia bermula dari percikan api yang kecil. Karena itu, kita harus senantiasa mengantisipasi terjadinya kerusakan kecil agar tidak telanjur makin besar.

Kerusakan kecil itu ialah ketidakmurnian niat dalam berbuat atau melakukan sesuatu. Islam sangat memperhatikan masalah niat. Niat yang salah (tidak karena Allah) akan menghilangkan pahala dari kebaikan yang dilakukan meskipun amal tersebut tergolong amal saleh yang dicintai Allah dan rasul-Nya. “Sesungguhnya amalan-amalan itu tergantung niatnya. Sesungguhnya bagi setiap orang adalah apa yang ia niatkan.” (HR Bukhari Muslim).

Jadi, sekalipun seseorang mampu merangkai kata-kata indah nan memukau atau mampu bekerja keras dengan penuh semangat, tapi tidak diniati karena Allah, sia-sialah semuanya. Niat yang buruk atau niat yang ditumpangi oleh kepentingan nafsu akan menimbulkan perselisihan serius sehingga menyebabkan terjadinya perdebatan, perteng karan, perkelahian, bahkan permu suhan dan dendam. Oleh karena itu, ber hati-hatilah dalam mengambil sebuah keputusan sebelum bertindak.

Kita harus memastikan secara jernih bahwa yang kita lakukan benar- benar semata-mata karena Allah agar mendapat keridaan-Nya. Jika sudah memastikan bahwa yang kita lakukan adalah murni karena Allah, lalu direspons keliru oleh orang lain, janganlah terprovokasi untuk marah. Tetaplah tenang dan bersegeralah mengingat Allah. Bahkan jika perlu, mohonkanlah ampun buat orang tersebut dan bermusyawarahlah bersamanya dalam mengambil keputusan. “Maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu.” (QS [3]: 159).

Demikianlah yang dicontohkan oleh Khalid bin Walid. Tatkala ia dinonaktifkan sebagai panglima jenderal kaum Muslimin oleh Khalifah Umar bin Khattab, Khalid sama sekali tidak bereaksi negatif, justru ia bersyukur karena Allah telah membebaskan dirinya dari besarnya amanah yang sangat berat. Ketika ditanya oleh sahabatnya perihal penonaktifan dirinya, Khalid menjawab singkat, “Saya berjihad ini karena Allah, bukan karena Umar.” Khalid tetap dalam pasukan meskipun berubah posisi hanya sebagai prajurit biasa.

Sebagai seorang Muslim, sikap seperti itulah yang harus kita pelihara dalam diri kita, yaitu menjaga kemurnian niat dalam berbuat. Jangan sampai hanya karena tidak lagi diberi kesempatan memimpin, lalu langsung meradang dan mencemooh semua orang.

Begitupun bila kita sebagai pemegang kebijakan, hendaknya mengambil keputusan atas dasar niat suci karena Allah yang disertai dengan musyawarah. Jangan sampai membuat keputusan atas dasar kepentingan diri (otoriter), apalagi hanya karena pengaruh pihak lain.

Saat ini dan ke depan, marilah kita tata kembali niat dalam berbuat dan semata-mata hanya mengharap rida Allah SWT. Sekiranya semua umat Islam memahami hal ini dan melakukannya dalam kehidupan sehari-hari, akan terbinalah ukhuwah Islamiyah. Wallahu a’lam.

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/11/11/10/luf4x0-berbuatlah-karena-allah

Sunday, October 9, 2011

Belajar cuek

Edit Posted by with 1 comment
"Belajar cuek...cuek sedikit boleh kan?"
Hmm... satu pelajaran yang bisa saya dapatkan dari orang-orang yang bisa menginspirasi, yaitu orang yang cuek. Hebat ya, terkadang cuek ada sisi positifnya, ya karena segala sesuatu pasti ada sisi positif dan sisi negatif. Cuek, memang terkadang diperlukan ketika menghadapi sebuah permasalahan yang kurang efektif ketika dipikirkan banget-banget gitu. Masalah yang mungkin kurang penting, masalah yang biasanya belum ditabayunkan dengan yang bersangkutan.

Dan ini saya alami, sering sekali orang menilai dari luar saja. Ada yang menilai positif sampai terkagum-kagum (heheh...) ada juga yang menilai negatif sampai titik terdalam seakan-akan kesannya benar-benar negatif (subhanalloh). Padahal kalau saya analisa (cie...mata kuliah anapersisi ni :D), kemungkinan besar yang menilai positif itu justru belum tahu saya yang sebenarnya, kalau sudah tahu pasti bakal ilfeel (heheh) karena kemungkinan apa yang dinilai tidak sama dengan kenyataan :D. Dan kemungkinan kecil untuk yang menilai saya negatif karena mereka belum tahu juga saya yang sebenarnya, terkadang menjudge sesuatu tanpa tabayun terlebih dahulu kepada yang bersangkutan (walau kadang saya juga begitu kalau benar-benar firasat berkata orang ini negatif :D).

Na, mungkin dengan cuek, hal-hal tadi bisa saya lalui. Karena, terkadang ketika dipikir banget, justru kurang efektif. Masih banyak hal lain yang lebih penting untuk dipikirkan :D. Contoh lain juga yang saya alami, ketika menjadi seorang pemimpin, sakaligus da'i tentunya, bagaimana berusaha mewarnai lingkungan tapi bukan terwarnai (this is my motto: "berusaha membaur tapi tidak melebur"). Ketika mendapatkan amanah di luar kerohanian, adalah tantangan besar bagi saya, karena dia harus bisa memanage, adaptasi, mewarnai, dan bla..bla..bla.. di lingkungan yang lebih menantang, medan dakwah yang lebih banyak rintangan dan ujian. Tidak seperti di lingkungan kerohanian yang cukup strategis untuk bergerak, lebih aman dalam menyerukan dakwah (walau tidak sepenuhnya, karena terkadang di dalamnya sendiri ada orang-orang munafik yang berusaha untuk menggulingkan). Tapi, memang itulah yang saya rasakan, ada perbedaan pastinya. Bagaimana seorang da'i dituntut untuk bisa tetap dalam keistiqomahannya dalam rukhi, ketika berada di lingkungan yang sangat-sangat heterogen dan ammah.

Friday, September 30, 2011

Selamat Milad My Brother^^

Edit Posted by with No comments
Hmm... sudah terlambat nge-post, tapi insyaAlloh tidak mengapa :D
From 22 Sept 1999- 22 Sept 2011
Sudah 12 tahun usiamu. Jarak usia yang terpaut cukup jauh membuat jalan dan cara pikir kita. Kadang dekat, kadang jauh karena beda pendapat, kadang mbak yang kurang mengalah, kadang dirimu yang terlalu nakal :D.
Semua campur aduk deh...
Yang mbak harapkan dik, semoga di usiamu yang semakin beranjak dewasa ini bisa lebih dewasa lagi. Menjadi anak yang lebih sholeh lagi (ingat, target insyaAlloh masuk pondok--> jadikan impian mbak yang belum tercapai untuk masuk pondok ini menjadi nyata :)).
Dan semua yang terbaik yang mbak harap untuk dirimu, tidak dapat mbak sebutkan satu per satu.
Mbak sayang denganmu dik, walau meski tak tersampaikan dengan kata-kata (he7x... melo-melo)

Dan inilah kita...
Ternyata sudah setinggi kakaknya :D

Sunday, August 7, 2011

Selamat milad Bapak

Edit Posted by with No comments
51 years old, 7th August 2011

Hai engkau...
yang menjelma berkah untuk semesta ini
menjejak penuh kharisma
matahari pagi sepanjang hidup kami

Hai engkau...
yang mengajar kami
kesempurnaan mencicip rasa
bukan hanya mengakrabi tawa
tapi juga memahami duka
dan itu karena kau cinta

Hai engkau...
yang selalu ingin kami tukar riuh peluhmu,
dengan air melati yang jernih
dengan kelopak mawar yang wangi
dengan tanjung yang merekah putih
dengan apapun yang indah untuk dirimu
tapi tak cukup, tetap tak tertukarkan
tetap saja peluhmu yang paling jernih
tetap saja peluhmu yang paling wangi
tetap saja peluhmu yang paling putih

Hai engkau...
kami hanya punya setumpuk cita
kami kejar agar kau bangga
kami juga punya senyum dan cinta
rajuk manja, dan peluk mesra
kami tumpahkan untukmu
tanpa kenal masa
dan pastinya kami punya untai-untai doa
semoga kau selalu dicintai Sang Penguasa

Hai engkau
selamat hari lahir ke 51
senja memang
tapi kami tahu kasih sayangmu
takkan berhenti karena senja

Hai engkau
terima kasih

Dari kami, yang selalu mengelilingimu
seperti planet-planet yang setia pada tata surya
ibu yang tegas, yaqub yang bandel, dan emy yang terkadang keras kepala :)

Umi... i proud of you...

Edit Posted by with No comments


Ahad, 7 Ramadhan 1432 H

Pagi itu, saya bersama umi yang bangun lebih dahulu untuk menyantap makanan sahur :). Awalnya kami sambil mengobrol-ngobrol ringan, sampai akhirnya saya bercerita kalau bulek (adik ibu saya) sering bertanya tentang bahasa Inggris lewat sms. Bulek biasa menanyakan hal ini ketika sambil mengajari anaknya (keponakan saya) mengerjakan PR. Ya, kalau dihitung-hitung hanya seangkatan saya ke bawah yang bisa belajar bahasa Inggris dengan lebih baik, heheh... walau sebenarnya juga tidak pandai-pandai amat :D. Maklum, anak-anak simbah hanya tamatan SMP, SD saja. Hingga obrolan kami mengarah ke ibu, beliau bercerita bagaimana perjuangan beliau ketika mempertahankan untuk tetap bersekolah.

Kalau dari cerita beliau, kakek (almarhum) memang orang yang sangat kolot, dan karena memang basicly dari keluarga yang pas-pasan, beliau takut kalau sekolah hanya akan menghabiskan biaya. Beliau juga beranggapan bahwa perempuan ujung-ujungnya hanya di dapur (memang benar-benar kolot). Tapi, ibu berusaha mematahkan pendapat bapaknya itu. Beliau nekat ingin melanjutkan sekolah ke jenjang SMP. Dengan dibantu kakak perempuan (bude), seharga Rp 21.000,- akhirnya beliau mendaftar di sekolah terfavorit di kabupaten daerah kelahirannya. Uang sebesar itu jaman dahulu sudah cukup untuk bersekolah selama 3 tahun kata beliau, tidak perlu biaya tambahan apa-apa lagi. Ketika mendaftar, sampai tes ujian masuk sekolah pun beliau tidak menceritakannya kepada orang tua. Tahu-tahu sudah diterima dan masuk sekolah (subhanalloh...).

Karena dari orang tua sudah tidak mengijinkan dari awal, maka uang sakupun ibu juga mencari sendiri. Beliau sekolah sambil bekerja dengan menjadi buruh batik (hmm... ternyata ibu bisa membatik). Hasil dari buruh batik beliau tabung dan beliau pakai untuk uang saku sekolah sehari-hari. Dahulu makanan dan jajanan masih sangat murah kata beliau. Ada yang Rp 1,- ada juga Rp 5,- Rp 25,- Rp 50,- itu sudah dapat makanan jajanan sekolah. Biaya SPP pun hanya Rp 1.000,- . Hmm... sungguh berubah jaman sekarang apa-apa mahal :D. Karena ibu juga masih punya dua orang adik, maka uang yang dihasilkan beliau pun juga dibagi untuk membantu menyekolahkan adik-adiknya ketika beliau sudah bekerja lulus dari SMP. Sungguh perjuangan yang tidak terhitung, sangat mandiri sekali ibu, hmm... saya harus bisa meneladaninya. Terkadang saya malu, sudah sebesar ini belum bisa membuat orang tua tersenyum, yang ada cuma minta-minta-minta dan minta :D.

Salah satu yang bisa membuat saya selalu bersemangat dalam apapun (selagi itu kebaikan) adalah mengingat orang tua saya. Perjuangan, pengorbanan dan semangat kerja keras pantas sekali diteladani. Menjadi anak yang bisa memberikan yang terbaik untuk orang tua adalah cita-cita saya khususnya dan semua anak pada umumnya.
Di dalam hadits yg diriwayatkan oleh Imam Bukhari disebutkan bahwa ketika sahabat Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma melihat seorang menggendong ibu untuk tawaf di Ka’bah dan ke mana saja ‘Si Ibu’ menginginkan, orang tersebut berta kpd, “Wahai Abdullah bin Umar, dgn peruntukanku ini apakah aku sudah membalas jasa ibuku.?” Jawab Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma, “Belum, setetespun engkau belum dpt membalas kebaikan kedua orang tuamu” [Shahih Al Adabul Mufrad No.9]
Subhanalloh... kita tidak akan bisa membalas semua jasa-jasa dari orang tua kita :).

Friday, July 29, 2011

Dan ketika tubuh ini merasakan sakit

Edit Posted by with 2 comments

Tidak ada alasan ketika seorang pejuang berhenti melakukan dakwah, ingin selesai dalam jalan dakwah, kecuali ketika dia MATI. Dan ketika tubuh ini merasakan sakit, alhamdulillah ini artinya Alloh sedang menginginkan saya untuk beristirahat sejenak. Tapi, sebelum tubuh ini benar-benar tidak bisa berdiri dengan tegak, maka rasa sakit itu adalah sebagai kekuatan untuk terus bergerak. Dakwah tidak butuh orang yang lemah, orang yang banyak mengeluh, orang yang manja. Tapi dakwah adalah butuh orang-orang yang benar-benar berkomitmen dengan keikhlasan satu tujuan-ialah Alloh SWT. Tapi harus ada batasan-batasan juga ketika memanage diri sendiri, karena kalau bukan diri sendiri, siapa lagi orang yang bisa mengukur kemampuan diri, dan ingat, tawazun itu penting.

Dan ketika rasa sakit itu datang, ada pengobat yang bisa menawarkan sedikit rasa sakit ini, yang memang tidak bisa dibandingkan dengan rasa sakit yang diderita saudara di Palestina. Alhamduillah saya menemukannya, selembar nasihat ini...
Teringat kembali akan nasehat, Ust. Rahmat Abdullah,  
Tentang dakwah...
Memang seperti itu dakwah. Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk, dan tidurmu.
Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang umat yg kau cintai.Lagi-lagi memang seperti itu.
Dakwah..Menghisap saripati energimu. Sampai tulang belulangmu.Sampai daging terakhir yg menempel di tubuh rentamu. Tubuh yg luluh lantak diseret-seret. Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari.
Seperti  itu pula kejadiannya pada rambut Rasulullah. Beliau memang akan tua juga.Tapi kepalanya beruban karena beban berat dari ayat yg diturunkan Alloh.
Sebagaimana tubuh mulia Umar bin Abdul Aziz. Dia memimpin hanya sebentar.Tapi kaum muslimin sudah dibuat bingung.Tidak ada lagi orang miskin yg bisa diberi sedekah.Tubuh mulia itu terkoyak-koyak. Sulit membayangkan sekeras apa sang Khalifah bekerja.Tubuh yang segar bugar itu sampai rontok. Hanya dalam 2 tahun ia sakit parah kemudian meninggal.Toh memang itu yang diharapkannya, mati sebagai jiwa yang tenang.
Dan di etalase akhirat kelak, mungkin tubuh Umar bin Khathab juga terlihat tercabik-cabik.Kepalanya sampai botak. Umar yang perkasa pun akhirnya membawa tongkat ke mana-mana. Kurang heroik? Akhirnya diperjelas dengan salah satu luka paling legendaris sepanjang sejarah, luka ditikamnya seorang Khalifah yang sholih, yang sedang bermesra-mesraan dengan Tuhannya saat sholat.

Dakwah bukannya tidak melelahkan... 
Bukannya tidak membosankan...
Dakwah bukannya tidak menyakitkan...
Bahkan juga para pejuang risalah bukannya sepi dari godaan kefuturan.

Tidak... 
Justru kelelahan....
Justru rasa sakit itu selalu bersama mereka sepanjang hidupnya.
Setiap hari, satu kisah heroik, akan segera mereka sambung lagi dengan amalan yang jauh lebih “tragis”.

Justru karena rasa sakit itu selalu mereka rasakan, selalu menemani...
Justru karena rasa sakit itu selalu mengintai ke mana pun mereka  pergi...
akhirnya menjadi adaptasi...

Kalau iman dan godaan rasa lelah selalu bertempur,pada akhirnya salah satunya harus mengalah.Dan rasa lelah itu sendiri yang akhirnya lelah untuk mencekik iman...Lalu terus berkobar dalam dada...
Begitu pula rasa sakit...Hingga luka tak kau rasa lagi sebagai luka. Hingga “hasrat untuk mengeluh” tidak lagi terlalu menggoda, dibandingkan jihad yang begitu cantik.
Begitupun Umar...
Saat Rasulullah wafat, ia histeris. Saat Abu Bakar wafat, ia tidak lagi mengamuk.Bukannya tidak cinta pada abu Bakar. Tapi saking seringnya “ditinggalkan”, hal itu sudah menjadi kewajaran. Dan menjadi semacam tonik bagi iman... 
Karena itu kamu tahu...
Pejuang yg heboh ria memamer-mamerkan amalnya adalah anak kemarin sore. Yang takjub pada rasa sakit dan pengorbanannya juga begitu. Karena mereka jarang disakiti di jalan Alloh...
Karena tidak setiap saat mereka memproduksi karya-karya besar.
Maka sekalinya hal itu mereka kerjakan, sekalinya hal itu mereka rasakan, mereka merasa menjadi orang besar.
Dan mereka justru jadi lelucon dan target doa para mujahid sejati, “ya Alloh, berilah dia petunjuk...sungguh Engkau Maha Pengasih lagi maha Penyayang...“
Maka  satu lagi seorang pejuang tubuhnya luluh lantak. Jasadnya dikoyak beban dakwah. Tapi iman di hatinya memancarkan cinta... Mengajak kita untuk terus berlari...

Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.
Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.
Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.
Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu.
Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu.”
(alm. Ust Rahmat Abdullah)

Kalau iman dan syetan terus bertempur. Pada akhirnya salah satunya harus mengalah.
La'allanaa fii barokatillah....
Ya Alloh, karuniakanlah kami panasnya iman yang mampu membakar ruh HAMAASAH untuk terus bermujahadah dengan penuh kesabaran....aamiin.

Semangatiadakhir iEMaY !

Thursday, July 21, 2011

Hey Ladies_^

Edit Posted by with No comments
Terinspirasi dari penyanyi Rossa_^
Cocok banget buat cewek-cewek jaman sekarang, heheh...

Hey Ladies--> Rossa


Sudah kubilang jangan terlalu yakin
Mulut lelaki banyak juga tak jujur
Bila sakit hati wanita bisanya nangis

Sudah ku bilang jangan terlalu cinta
Kalau patah hati siapa mau nolong
Seperti langit dan matahari tak bersatu lagi

*) Hey ladies jangan mau di bilang lemah
Kita juga bisa menipu dan menduakan
Bila wanita sudah beraksi dunia hancur

*) Hey ladies sekarang cinta pakai otak
Jangan mau rugi hati dan juga rugi waktu
Bila dia merayumu ingat semuanya bohong
Memanglah tak semua laki-laki busuk
Namun ladies tetaplah harus waspada
Semogalah kita semua akhirnya
Mendapatkan cinta yang tulus
Sudah kubilang jangan terlalu yakin
Mulut lelaki banyak juga tak jujur
Bila sakit hati wanita bisanya nangis

Saturday, July 16, 2011

Ketenangan itu

Edit Posted by with 2 comments

Dear Greeny,
Sudah sepekan ini saya melakukan aktivitas puasa kampus,heheh... bahasa lainnya baru dalam proses magang gitu :).
Dan banyak hal yang saya dapat di sini. Sebuah tempat menuntut ilmu yang baru berdiri tiga tahun ini. Bangunan yang sederhana, yang dulunya adalah bekas sekolah dasar. Kini dijadikan sebagai Sekolah Menengah Kejuruan, yang didirikan oleh yayasan Solo Peduli. Sungguh berbeda ketika saya membandingkan kehidupan di tempat itu dengan di kampus. Dan satu kata yang bisa saya simpulkan di sini adalah saya menemukan ketenangan. Ya, sepertinya kata itu yang pas saya ucapkan, walaupun di sela waktu ini ada job dari pembimbing yang cukup membuat penat. Tapi, semua itu terobati dengan kehidupan sehari-hari yang saya alami di sini. Kesederhanaan, keramahtamahan murid-murid dan guru-guru yang ada di sini, sangat welcome dengan kami yang sedang magang, kejujuran-keluguan dan kelucuan murid-murid ketika saya ajak ngobrol. Dan segala yang saya lihat dan rasa walau baru sebentar di sini, saya merasakan betah untuk seharian, bahkan mungkin berbulan-bulan di tempat itu.

Kadang memang ada rasa ingin cuek sedikit dengan tanggung jawab yang ada di kampus, dalam artian bukan sepenuhnya lho. Tidaklah... just kidding,heheh... tapi memang kami yang magang di tempat itu full seharian jam kerja, sehingga membuat agenda-agenda yang lain kadang memang harus ditinggalkan. Bisa tersenyum sendiri ketika mengingat dua tempat yang sangat berbeda ini. Walau mungkin di tempat itu masih minim fasilitas, tapi itu semua membuat saya bersyukur, bahwa di belahan bumi ini masih ada instansi yang memang mengedepankan kualitas, bukan kuantitas. Di tempat itu saya merasakan ada sense of belonging yang tinggi dari murid-murid terhadap sekolahnya. Rasa pendekatan personal yang patut diacungi jempol antara guru dengan murid. Guru bagaikan orang tua sendiri. Murid-murid benar-benar dididik menjadi orang yang kreatif, inovatif dan percaya diri. Kadang saya pun merasa malu ketika mendengar mereka berargumen di kelas, karena saya pikir mahasiswa saja belum tentu bisa ngomong seperti ini. Itupun mahasiswa yang ikut berorganisasi saya kira belum tentu semuanya bisa, apalagi mahasiswa yang pasifis bukan aktivis,heheh.