Showing posts with label Inspiration. Show all posts
Showing posts with label Inspiration. Show all posts

Wednesday, March 25, 2015

Sebab, daun yang jatuh pun..

Edit Posted by with No comments
Rasanya,kita tidak sedang hidup jika tidak menemukan atau mengalami masalah. Karena hanya orang yang matilah, yang tidak mengalami masalah dalam kehidupan.

Masih ingat dengan taujih para ustadz bahwa, "Allah akan menguji dari titik terlemah kita, sampai sadar bahwa itu titik terlemah, dan berusaha untuk mampu mengatasinya. Katena surga itu tidak mudah dan tidak murah". Memang, meski harus merangkak dan berlumur darah, surga itu patut diperjuangkan.

Teringat pula akan firmannya, (Al-'An`ām):59 - Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)". Ketika ayat itu sudah terpatri dalam diri, maka ujian dalam kehidupan yang datang silih berganti akan terasa seperti memakan permen yang mempunyai banyak rasa, nikmat rasanya.

Dan, salah satu cara kita memperkuat bahu untuk menopang ujian kehidupan ini adalah berkumpul dengan orang² sholeh, seperti disebutkan dalam syair "Tombo Ati". (Obat Hati-red)

Itulah yang saya rasakan ketika diri ini sedang dalam kondisi terendah di dasar samudra yang dalam, dan terlemah seperti raga yang tak bertulang. Segala puji syukur hanya kepada-Nya yang tak terhingga, meski jarak yang memisahkan kami, meski belum pernah bertatap muka, tapi karena adanya komunitas ini, saya merasa memiliki saudara baru, keluarga baru, sahabat baru. Seakan mereka ada di depan mata ini. Meski hanya melalui dunia maya kami menjalin persaudaraan ini. Sudah lebih dari satu tahun kita bersama.
Terimakasih untuk semua semangat dan inspirasinya saudariku... #ODOJ595
Masih ada yang mencoba menarikku kembali

Admin595: "Aq menunggumu gabung lagi di grup secepatnya mb imay😘"
"Ya Allah mudahkanlah Urusannya, jadikanlah masalahnya sebagai penguAtnya. Berilah sabAr sebagai pengiringnya....Aamiin"

Sepertinya, aku salah memutuskan keluar dari komunitas ini, hanya karena masalah yang cukup pelik *di mataku.Tunggu aku kembali saudari²ku...

Inilah petikan hikmah yang kudapat dari para sahabat...
🏡OASE DAKWAH
Senin, 23 Maret 2015


Ku ingin...
🔸🔹🔸🔹🔸🔹
By : Satria

Ku ingin...
Memadu huruf tuk jadikan kata,
Merangkai kata tuk datangkan asa,
Menyusun kalimat tuk sembuhkan luka,
Menjadikan luka tuk datangkan herba,
Melambungkan asa untuk kembali ceria.

Ku ingin...
Menggapai tanganmu yang terlihat lesu,
Menggandeng langkahmu yang tak seperti dulu,
Menatih derapmu yang tak lagi menderu,
Menghadirkan kembali semangat mu yang menggebu,
Menghias kelammu dengan cahaya ilmu.

Ku ingin...
Kita kembali menunaikan amanah,
Kita bersama dalam dakwah,
Kita tertawa dan bahagia walau sering lelah,
Kita tak terpancing lalu berpecah-belah,
Kita tak gubriskan kicauan para penjarah,
Kita tak terpecah, bersatu dalam dakwah.


Ku ingin...
Menangis tatkala kau pun menangis,
Tak melihatmu terus pesimis,
Menemanimu saat gerimis,
Gerimis yang hampir tak pernah habis,
Gerimis yang terkadang membuat meringis,
Gerimis yang sulit tuk kau tepis.

Ku ingin...

Divisi Tarqiyah Imaniyah PSDM ODOJ
DTI/20/23/03/2015
oaseodoj@gmail.com

Friday, January 9, 2015

Berkawan itu Bersabar

Edit Posted by with No comments
oleh Salim A. Fillah

Kawan yang tulus kadang memang lebih menyebalkan
daripada musuh yang menyamar

Bekal utama kebersamaan adalah kesabaran

Sebab kita tahu, perjalanan berombongan lebih lambat
dibanding sendirian

Berkawan insan-insan mulia harus disertai kesadaran,
bahwa kita selalu harus "sedang menuju" kemuliaan,
bukan telah sampai

Persaudaraan adalah berbagi. Tetapi
salah satu harus memulai,

Sepertinya lebih mudah bukan dengan meminta...
tapi memberi

Siapa tak sabar belajar, harus sabar
dalam kebodohan

Siapa tak sabar bersaudara, harus sabar
dalam kesendirian

Kadang ada dua orang yang lebih baik bagi mereka
jika dipersaingkan daripada
jika diminta bekerjasama

Tetapi tetaplah bersama...
dalam lingkaran persaudaraan

Melingkar adalah mengokohkan daya (kekuatan) ...

Melingkar adalah menyulam cinta...

Melingkar adalah Kita...



Friday, September 12, 2014

Aku mulai menyukai dunia ini

Edit Posted by

Berawal dari sebuah paksaan, menjadi panitia dadakan tOekangpoto wilayah. Karena memang mendadak,ya...wajar pesertanya dapat dihitung jari,hihi...

Well,acara pagi banget dimulai jam 06.00 karena kami harus hunting di CFD.
Berbekal sok pede aja neh, dan sok nenteng kamera DSLR yang hanya #capsil (modal pinjeman) hahay... asal jepret aja #cekrek #cekrek

Dan, akhirnya sekarang aku mulai mencintai dunia ini. Dunia potografi, yang mungkin dulu dianggap sebelah mata. (mata satunya ditutup kali ya). Alhamdulillah,hasil karya sudah mulai diupload di http://yupsimay.deviantart.com monggo berkunjung hehe...tapi masih proses membangun.
Ini beberapa hasil hunting... masih menyukai jenis HI (Human Interest), untuk jenis potografi yang lain masih mencoba mencari sense hehe...






Sunday, July 20, 2014

Pertama kalinya

Edit Posted by with No comments
Untuk pertama kalinya, diminta mengisi Pesantren Ramadhan, di depan kurang lebih 300-an orang :D.
Padahal biasanya cuma sekecil lingkaran forumnya, hehe...
Alhamdulillaah, berjalan lancar



Wednesday, April 16, 2014

Dakwah Mengajariku

Edit Posted by with No comments
Kala Dakwah Mengajariku
@Sebutir_Pasir





Ketika Dulu aku tak mengerti siapa dan untuk apa aku ada.
Dakwah mengajariku menjadi seorang yang hidup untuk yang lain...

Ketika dulu aku merasa lemah pada hidupku,
Dakwah mengajariku bagaimana berjuang hingga menjadikanku sosok yang kuat

Ketika dulu aku selalu menggugat allah atas takdirnya....
Dakwah mengajariku menjadi hamba yang ikhlas terhadap setiap ketentuanNya...

Ketika aku selalu tergesa-gesa mengejar apa yang ku mau...
Dakwah mengajariku tentang ketekunan dan kesabaran menanti kemenangan...

Ketika dulu aku hanya bermimpi kecil dan selalu berpikir apa adanya...
Dakwah mengajariku untuk berani bermimpi besar dan membuat cita sebanyak mungkin....

Ketika dulu aku hanya hidup untuk diri sendiri...
Dakwah mengajariku untuk bisa peduli dan peka pada keadaan orang lain...

Ketika dulu aku tak bisa menerima keburukan orang lain atasku...
Dakwah mengajariku untuk membalas keburukan dengan kebaikan...

Dakwah itu Cinta...

Ketika dulu aku merasa tak punya siapapun yang menolongku...
Dakwah mengajariku tentang keyakinan bahwa Allah itu akan selalu ada untuk hamba-Nya...

Ketika dulu akau tak bisa menyentuh hati manusia...
Dakwah mengajariku tentang bahasa hati...

Ya... Dakwah telah mengajariku banyak hal...
Dakwah telah menempaku mejadi sosok yang lebih berarti untuk hidup yang hanya sekali...

Dakwah mengajariku tentang Cinta Sejati
Dakwah mengajariku tentang kekuatan agar aku tak menjadi manusia yang mudah menyerah...
Dakwah mengajariku menjadikan sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin....
Dakwah mengajariku tentang sebuah keikhlasan...
Dakwah mengajariku agar senyumku selalu tersebar dimana saja... meski hatiku mendung....
Dakwah telah mengajariku bagaimana menjadikan dunia ini ada dalam genggaman tanganku... bukan pada hatiku...

Hingga ketika Allah memberiku kesedihan.. Aka tahu bagaimana caranya tersenyum lagi...

Monday, January 21, 2013

Jangan Bangga Dulu #ObrolanUnique part 2

Edit Posted by with No comments
 
Ketika itu, saya dan kawan-kawan rekan kerja menjenguk rekan kerja yang lain, yang baru saja lahiran anak. Muter-muter nyari alamat si ibu ini, akhirnya ketemu juga. Sampainya di sana, kami banyak sharing tentang Tarbiyatul Aulad tahap awal [kekekek...]. #hikmah silaturahmi

Ada satu percakapan menarik yang saya ingat terus sampai pada detik ini, yaitu ketika suaminya berkata bahwa, "Wahai para akhwat, janganlah kalian bangga menjadi akhwat sejati dengan bisa mengendarai kendaraan seperti pembalap, dengan alibi (setelah selesai satu urusan, kemudian ke urusan yang lain), sebelum kalian merasakan bagaimana sakitnya melahirkan. Itu baru bisa dikatakan akhwat sejati"

Mendengar statement itu, hmm... jleb-jleb-jleb
serasa terkena tamparan di pipi yang cukup mengena dan membuat pipi memerah ^^

Betul juga yang dikatakan bapak tersebut.
Saatnya persiapan jism nih ^_^
#satuHikmahLagiDariSilaturahmi

Friday, August 31, 2012

Doakan aku menyusulmu :)

Edit Posted by with 2 comments
Rindu...
Dengan sosok satu ini.
Awal bertemu, tiga tahun yang lalu.
Me: "Mbak, rumahnya mana?"
She: "Ga dibawa (hohoho)"
Mak jleb-jleb-jleb, ni orang baru kenal udah lumayan nyebe**n >:)

Dan tak terasa sudah tiga tahun kami berteman.
Huhft... speechless deh kalo' ngomongin tentang ini, heheh...
Terlalu banyak yang sulit dilupakan. Mungkin akan beratus-ratus postingan untuk menceritakan persaudaraan kami.

Tapi, yang paling berkesan adalah ketika "Agenda ga jelas" sering sekali kami lakukan di pinggir Sungai Bengawan Solo. Ngapain di sana? di sana, cuma diem... tiba-tiba nangis ga jelas (itu saya). Memandangi sungai yang kadang ada airnya kadang asat ga ada airnya. Di seberang (sebelah timur sungai) ada kuburan, sekalian dzikrulmaut :).
Kadang nge-mie ayam di sana, minum es degan, pokoknya emang ga jelas agendanya, heheh...

So, pinggir sungai bengawan itu adalah tempat yang menjadi pelarian, ketika pikiran ini benar-benar suntuk, dengan berbagai konflik dan permasalahan hidup,heheh...
Tenang rasanya, jika sudah melamun sambil memandangi air sungai yang mengalir, terdiam lama.

Dan kini, do'akan aku agar bisa menyusulmu, meraih impian, tinggal satu langkah lagi, menghitung hari. 27 September 2012, bismillaah... perjalanan hidup baru dimulai.



# Toga itu, semoga bisa dikenakan oleh orang sebelah kananmu mbakyu :)

Tuesday, July 17, 2012

Menyambut Tamu Istimewa

Edit Posted by with No comments
Bismillah...
Meski revisi belum kelar, meski otak masih belum bisa diajak kompromi. Tapi, harus tawazun, seperti yang dulu menjadi harapan dalam satu waktu tahun ini. Mudahkanlah hamba Ya Allah...


[Repost tetangga sebelah]
#Part-1 Persiapan Menyambut Ramadhan

1. beberapa hari lagi kita akan ada yang mau dateng bulan, eh salah, maksudnya akan ada bulan yang mau dateng. hehe.#ramadhan

2. yapp. tamu ini sudah kita tunggu-tunggu selama 11 bulan. dialah bulan suci #ramadhan. bulan yang penuh dengan barakah

3. bulan yang sangat diistimewakan oleh Allah karena di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. #ramadhan

4. bulan yang dirindukan kedatangannya dan ditangisi kepergiannya oleh orang-orang yang sholeh. semoga kita masuk ke dalamnya.#ramadhan

5. pd bln inilah kaum muslimin seharusnya melakukan pengembaraan rohani dgn mengekang nafsu syahwat & mengisi dgn amal2 yg mulia. #ramadhan

6. semua itu merupakan momen bertaubat sekaligus mengincar posisi puncak ketaqwaan bagi setiap manusia yang beriman.#ramadhan

Monday, July 16, 2012

Komunitas Blogger Pelajar

Edit Posted by with No comments
Bismillaah...
Bersama squad Komunitas Blogger Pelajar,
kami diantaranya Imay sendiri, Akh. Jalu dan dik Nungki

Semoga kami bisa mengemban amanah ini dengan baik.
Harapan,cita-cita dan tujuan dari program ini bisa tercapai.

Let's join with us...


Monday, July 9, 2012

Siapapun Suami Kita

Edit Posted by with No comments
Siapapun Suami Kita




Heheh... "Konyol, kalau saya bilang", tiba-tiba posting coretan dengan judul yang aneh. Yups, saya terinspirasi dari sebuah tausiyah yang disampaikan temen saya. Awalnya dia bingung mau kasih judul apa di tausyahnya, tapi akhirnya dia mendapatkan judul "Siapapun Suami Kita, Kita Harus Sholeh". Jadi ni sebenarnya simpulan saya saja dari apa yang disampaikan teman, saya posting dah. Soalnya seru juga judulnya, heheh.
Let's cekot-cekot eh, cekidot...
Bismillaah,
Langsung saja alias to the point. Intinya simpel tapi ketika dikupas kulitnya (jiah... bahasanya beuh) sangat dalam dan luas maknanya(lebay mode on). Diambil dari beberapa ayat dalam satu surat di Al-Qur'an, that's QS. Ath-Tahrim atau surat ke enam puluh enam, ayat ke 10 sampai 12.

Ayat 10=> "Allah membuat istri Nuh dan istri Lut perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya); “Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka)“.

Ayat 11=> "Dan Allah membuat istri Fir’aun sebagai perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika istri Fir’aun berkata: “Wahai Rabbku, bangunkanlah untukku di sisi-Mu sebuah rumah dalam surga. Dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang dzalim”.

Tuesday, April 3, 2012

Anatomi Akhwat

Edit Posted by with No comments

[repost dari tetangga sebelah]

ANATOMI AKHWAT :)

-M A T A : Menjaga pandangan
-T A N G A N : Suka menolong dalam kebajikan...
-P E R U T : Terjaga dari makanan yang syubhat, apalagi yang haram
-O T A K : Berfikir positif dan jauh kedepan
-M U L U T : Tidak terbuka (bicara) kecuali untuk hal-hal yang baik dan benar serta bermanfaat
-K A K I : Selalu berjalan di atas jalan kebaikan
-T U B U H : Lindungi dengan pakaian & hijab syar'i serta tdk dipertontonkan pada khalayak ramai.

Thursday, March 29, 2012

Review... Kontribusi itu...

Edit Posted by with 1 comment

Tidak ada riwayat organisasi sebelumnya. Masih terlalu polos ketika itu. Masih belum banyak pengalaman. Dan masih sangat zero tentang yang namanya lembaga. Tapi, satu himpunan mahasiswa prodi ini berkenan menerimaku. Dan kala itu, kutemukan sosok kakak perempuan baru yang banyak membantu perubahan hidupku, ketika awal menjadi maru (mahasiswa baru). Dan dua periode-pun terlalui, sungguh sangat banyak yang saya dapat dari sini. Hingga akhirnya di periode ketiga ketika menjadi mahasiswa tingkat akhir (hehe, sudah tua), amanah menjadi penasehat (cie... sok menasehati :D) juga masih saja dipercayakan pada saya salah satunya, bisa apa ya??? :D.

That's sedikit review masa-masa unik itu, dan kini saya bisa tersenyum menyaksikan generasi yang lebih baik harapannya, penuh semangat dan pastinya akan lebih bisa berkontribusi untuk internal khususnya, eksternal umumpnya :). Selamat berjuang untuk adik-adik.ku :).

Baru-baru ini diceritain sama seseorang adik tingkat :)
Ada sebuah percakapan antara seorang dosen dengan mahasiswa D3 TI (ini nyata, dia sendiri pelakunya :D)
Dosen : "Mbak, kamu jangan masuk E-Mailkomp lho ya!"
Mhsw : "Lha, kenapa pak?"
Dosen : "Hmm... E-Mailkomp itu sekarang tidak berkembang"
Mhsw: "Lha, justru itu pak, karena E-Mailkomp tidak berkembang, makanya sy harus masuk untuk ikut mengembangkan E-Mailkomp"

Siip... salut dengan jawaban mahasiswa itu, tidak perlu saya sebut siapa orangnya, yang penting action-nya...

So, i can take the conclusion that "Jangan tanyakan apa yang saya dapat dari E-Mailkomp, tapi tanyakan pada diri sendiri, kontribusi apa dan seberapa besar yang akan saya berikan untuk E-Mailkomp khususnya, D3 TI pada umumnya"
^_^

Tuesday, December 13, 2011

Hore, aku bisa make over ^_^

Edit Posted by with 5 comments
Melukis pada wajah :D
ehem, just want to try "kemayu" sedikit, gapapa yach... persiapan buat wisuda, aamiin (lhoh...)
Beberapa waktu yang lalu saia mendapatkan ilmu ini secara cuma-cuma, ya walau baru dasar tapi dampaknya besar :)
Didapatkan dari seorang ukhty [Thanks to Ukh.ER atas ilmu ini], yang namanya perempuan setidaknya bisa melakukan yang satu ini, apalagi seorang muslimah. Jangan kalah donk dengan wanita yang lain, di balik kesederhanaannya muslimah juga kudu pinter dandan, apalagi buat suami kelak [hahah... jauh buuu...]. Remember, just "suami" bukan yang lain :).
Let's cekot-cekot eh... cekidot!

Yang sekarang lagi tren di kalangan cewek apalagi remaja masa kini tu, make up wajah yang natural, artinya bisa nyatu dengan wajah asli gitu walau make-up.an tapi seperti hampir ga kelihatan kalau pake make-up :). So, ga kelihatan banget kaya badut di pesta ultah, heheh... atau bahkan sampai "manglingi" [bahasa jawa ni, artinya kaya' bukan dia gitu kalau lihat mukanya, jadi beda]

Ini warna-warna pilihan untuk make up dengan warna kulit, bisa menciptakan kesan alami pada riasan wajah:
> Warna Kulit Kuning Langsat
    - Alas bedak dan bedak taburnya disesuaikan sama warna kulit aja, karena kuning langsat cenderung sudah hampir mendekati putih. Tapi kalo pengin lebih putih lagi bisa ditambah atau ganti yang warna bedaknya agak putih.
        - Perona pipi pake yang pink [baby pink]

> Warna Sawo Matang
    - Sama dengan warna kulit aja, sawo-sawo manis gitu :D.
        - Perona pipi pake yang warna2 karamel gitu, tapi kalopun pake pink juga ga masalah tapi yang lebih kalem.

> Kulit Berwarna Coklat
    - Alas bedak, sesuai warna kulit aja.
    - Perona pipi, yang kalem-kalem warnanya.

Eng, ing, eng saatnya corat-coret wajah...
1. Pertama wajah dibersihkan dulu pake milk cleanser kemudian dibersihkan lagi pake face tonic. Setelah itu wajah dibasuh dengan air hangat supaya make-up yang dipakai nanti tidak mudah luntur.

2. Setelah wajah dikeringkan dengan handuk, lalu pakai pelembab atau alas bedak. Di sini, ada saran yang punya kulit berminyak ga usah pake pelembab jadi langsung pakai alas bedak aja. Bagi yang punya kulit normal, kering, atau normal-berminyak pakai pelembab dulu baru kemudian diberi alas bedak, seru euy... :)

3. Lanjut-lanjut... setelah semua merata dilanjutkan ke tahap penaburan bunga [eh... penaburan bedak]. Pake bedak padat, bisa sampai beberapa lapis [ratusan, kaya' iklan :D]. Biasanya kalo rias pengantin normalnya sampai tujuh lapis [beuh... ga bisa membayangkan perempuan2 yang nikah betapa beratnya membawa beban bedak di wajah, heheh...tabaruj*]. Kembali ke topik, karena ni temanya natural n minimalis, jadi paling hanya dua lapis. Lapisan pertama warnanya yang agak gelap, bisa juga disesuaikan dengan warna kulit. Lapisan kedua agak cerah, then lapisan selanjutnya lebih cerah lagi. Jadi, semakin keluar semakin cerah warnanya, tapi juga disesuaikan dengan jenis kulit. Kalo basicly kulit agak gelap takutnya malah kelihatan banget belangnya [kaya permen nanti, blang-blang-blang, haha...]

4. Lanjut ke bagian bawah mata diberi pensil mata [hadeh... baru pertama pake nangis-nangis nie, kena pensil :D]. Ini dipake di bagian garis mata yang bawah.

5. Lanjut ke atas di kelopak mata. Na, di sini ada dua warna yaitu untuk kelopak mata itu sendiri and di atasnya untuk bagian bawah alis di tulang atas kelopak mata. Untuk bagian kelopak mata, biasanya pake warna yang sesuai dengan karakter wajah [hehe, ada karakternya ternyata] kalo wajahnya agak kalem ya pake yang agak berani sedikit warnanya, kalo wajah galak atau tegas ya pake yang agak soft-soft warnanya, tapi ni juga tidak terlepas dengan warna di atasnya. Jadi, dimatch-kan juga cocok ga untuk warna di atasnya. Nah, untuk warna di atas kelopak mata biasanya disesuaikan dengan kostum yang dipake. Misal pake baju warna ijo ya pake warna ijo, biru juga biru. Tapi ni fleksibel, kalo misalnya ga cocok dengan warna yang sesuai dengan kostum, bisa diganti dengan warna lain yang sinkron dengan warna di keopak. [haduh... belibet yak :D].

6. Lanjut ke bagian alis mata. Disesuaikan dengan bentuk alis asli aja biar natural. Dan ingat, pada umumnya pada dicukur alisnya kalo pake make-up, jangan sampai mau ya ukhty-ukhty... ini pemberian Alloh sudah paling baik :).

7. Then, turun ke pipi. Di sini, dilihat juga bentuk wajahnya. Kalo berwajah lonjong cara melukis pipinya dibuat melingkar di bagian tulang pipinya. Supaya terkesan ga terlalu lonjong. Trus, untuk yang berwajah agak bulet, atau oval atau bahkan bulet :D, cara melukisnya pas di tulang pipi, dari bawah ke atas, mengikuti bentuk tulang pipinya. Supaya wajahnya terkesan ga terlalu bulet. Dan jangan terlalu berlebihan warnanya nanti malah jadi saingan jengkelin :D.

8. Kemudian ke bagian tengah yaitu hidung. Supaya hidung terkesan agak mancung [cie... acha-acha] dan tulang hidngnya terlihat maka bagian tengahnya [tulang hidung pas] diberi eye-shadow yang warna putih dari hidung bagian atas turun ke bawah. Kemudian bagian samping kanan-kiri hidung diberi eye-shadow yang warna agak coklat.

9. Terakhir ke bawah lagi, di bagian mulut, yaitu lipstik. Once again, tema kita natural, jadi kita pilih juga warna lipstik yang tidak terlalu mencolok maybe warna-warna pastel. Jika belum terlalu terlihat bisa ditambah warna yang agak mencolok sehingga terjadi perpaduan. Tapi, disini juga diperhatikan sesuai tidak dengan warna asli mulut dan kulit.

Dan akhirnya, selesailah lukisan natural di wajah kita ukhty :).
Jika ingin menghapus lukisan, kembali ke awal menggunakan milk cleanser dan face tonic dengan kapas.

* Tabarruj:
Apa itu tabarruj yang di maksudkan di dalam firman Alloh:
"dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkahlaku (tabarruj) seperti orang-orang jahiliah dahulu (pertama)". (Al-Ahzab:33) 


Mereka yang memasukkan celak dan pewarna telapak tangan sebagai perhiasan yang boleh dipamerkan di hadapan lelaki yang mahram, biasa digunakan oleh para wanita pada zaman Rasulullah s.a.w atau tradisi arab dahulu:
1. Khidhab Pewarna untuk tangan
2. Shufrah Pewarna kuning untuk wajah
3. Kalkun Pewarna untuk memerahkan wajah
4. Isfidaj Pewarna putih untuk wanita berhias.
5. Celak Berhias pada mata


Intinya bercelak [berias] yang wajar saja, secara sopan tidak perlu berlebih seperti wanita jaman sekarang pada umumnya, sebab kita punya izzah sebagai seorang muslimah :). 

Thursday, November 10, 2011

Berbuatlah Karena Alloh

Edit Posted by with 4 comments
Pelik permasalahan yang terjadi akhir-akhir ini terutama di amanah baik lembaga ataupun instansi, saya conclusion-kan [haha... kemr-Inggris :D] salah satunya adalah karena setiap melakukan sesuatu diawali dengan niat bukan karena Alloh [termasuk yang nulis ini terkadang masih terbersit rasa-rasa yang lain :D].

Well, alhamdulillah ketika bertamasya di dunia maya, kebetulan menemukan artikel ini :D, bisa jadi sebuah tamparan yang cukup mengena dan evaluasi buat saya khususnya :D.

Oleh Dr Abdul Mannan
Problematika besar bangsa ini sejatinya bermula dari sebuah kerusakan kecil. Seperti peristiwa kebakaran hebat, ia bermula dari percikan api yang kecil. Karena itu, kita harus senantiasa mengantisipasi terjadinya kerusakan kecil agar tidak telanjur makin besar.

Kerusakan kecil itu ialah ketidakmurnian niat dalam berbuat atau melakukan sesuatu. Islam sangat memperhatikan masalah niat. Niat yang salah (tidak karena Allah) akan menghilangkan pahala dari kebaikan yang dilakukan meskipun amal tersebut tergolong amal saleh yang dicintai Allah dan rasul-Nya. “Sesungguhnya amalan-amalan itu tergantung niatnya. Sesungguhnya bagi setiap orang adalah apa yang ia niatkan.” (HR Bukhari Muslim).

Jadi, sekalipun seseorang mampu merangkai kata-kata indah nan memukau atau mampu bekerja keras dengan penuh semangat, tapi tidak diniati karena Allah, sia-sialah semuanya. Niat yang buruk atau niat yang ditumpangi oleh kepentingan nafsu akan menimbulkan perselisihan serius sehingga menyebabkan terjadinya perdebatan, perteng karan, perkelahian, bahkan permu suhan dan dendam. Oleh karena itu, ber hati-hatilah dalam mengambil sebuah keputusan sebelum bertindak.

Kita harus memastikan secara jernih bahwa yang kita lakukan benar- benar semata-mata karena Allah agar mendapat keridaan-Nya. Jika sudah memastikan bahwa yang kita lakukan adalah murni karena Allah, lalu direspons keliru oleh orang lain, janganlah terprovokasi untuk marah. Tetaplah tenang dan bersegeralah mengingat Allah. Bahkan jika perlu, mohonkanlah ampun buat orang tersebut dan bermusyawarahlah bersamanya dalam mengambil keputusan. “Maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu.” (QS [3]: 159).

Demikianlah yang dicontohkan oleh Khalid bin Walid. Tatkala ia dinonaktifkan sebagai panglima jenderal kaum Muslimin oleh Khalifah Umar bin Khattab, Khalid sama sekali tidak bereaksi negatif, justru ia bersyukur karena Allah telah membebaskan dirinya dari besarnya amanah yang sangat berat. Ketika ditanya oleh sahabatnya perihal penonaktifan dirinya, Khalid menjawab singkat, “Saya berjihad ini karena Allah, bukan karena Umar.” Khalid tetap dalam pasukan meskipun berubah posisi hanya sebagai prajurit biasa.

Sebagai seorang Muslim, sikap seperti itulah yang harus kita pelihara dalam diri kita, yaitu menjaga kemurnian niat dalam berbuat. Jangan sampai hanya karena tidak lagi diberi kesempatan memimpin, lalu langsung meradang dan mencemooh semua orang.

Begitupun bila kita sebagai pemegang kebijakan, hendaknya mengambil keputusan atas dasar niat suci karena Allah yang disertai dengan musyawarah. Jangan sampai membuat keputusan atas dasar kepentingan diri (otoriter), apalagi hanya karena pengaruh pihak lain.

Saat ini dan ke depan, marilah kita tata kembali niat dalam berbuat dan semata-mata hanya mengharap rida Allah SWT. Sekiranya semua umat Islam memahami hal ini dan melakukannya dalam kehidupan sehari-hari, akan terbinalah ukhuwah Islamiyah. Wallahu a’lam.

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/11/11/10/luf4x0-berbuatlah-karena-allah

Sunday, August 7, 2011

Umi... i proud of you...

Edit Posted by with No comments


Ahad, 7 Ramadhan 1432 H

Pagi itu, saya bersama umi yang bangun lebih dahulu untuk menyantap makanan sahur :). Awalnya kami sambil mengobrol-ngobrol ringan, sampai akhirnya saya bercerita kalau bulek (adik ibu saya) sering bertanya tentang bahasa Inggris lewat sms. Bulek biasa menanyakan hal ini ketika sambil mengajari anaknya (keponakan saya) mengerjakan PR. Ya, kalau dihitung-hitung hanya seangkatan saya ke bawah yang bisa belajar bahasa Inggris dengan lebih baik, heheh... walau sebenarnya juga tidak pandai-pandai amat :D. Maklum, anak-anak simbah hanya tamatan SMP, SD saja. Hingga obrolan kami mengarah ke ibu, beliau bercerita bagaimana perjuangan beliau ketika mempertahankan untuk tetap bersekolah.

Kalau dari cerita beliau, kakek (almarhum) memang orang yang sangat kolot, dan karena memang basicly dari keluarga yang pas-pasan, beliau takut kalau sekolah hanya akan menghabiskan biaya. Beliau juga beranggapan bahwa perempuan ujung-ujungnya hanya di dapur (memang benar-benar kolot). Tapi, ibu berusaha mematahkan pendapat bapaknya itu. Beliau nekat ingin melanjutkan sekolah ke jenjang SMP. Dengan dibantu kakak perempuan (bude), seharga Rp 21.000,- akhirnya beliau mendaftar di sekolah terfavorit di kabupaten daerah kelahirannya. Uang sebesar itu jaman dahulu sudah cukup untuk bersekolah selama 3 tahun kata beliau, tidak perlu biaya tambahan apa-apa lagi. Ketika mendaftar, sampai tes ujian masuk sekolah pun beliau tidak menceritakannya kepada orang tua. Tahu-tahu sudah diterima dan masuk sekolah (subhanalloh...).

Karena dari orang tua sudah tidak mengijinkan dari awal, maka uang sakupun ibu juga mencari sendiri. Beliau sekolah sambil bekerja dengan menjadi buruh batik (hmm... ternyata ibu bisa membatik). Hasil dari buruh batik beliau tabung dan beliau pakai untuk uang saku sekolah sehari-hari. Dahulu makanan dan jajanan masih sangat murah kata beliau. Ada yang Rp 1,- ada juga Rp 5,- Rp 25,- Rp 50,- itu sudah dapat makanan jajanan sekolah. Biaya SPP pun hanya Rp 1.000,- . Hmm... sungguh berubah jaman sekarang apa-apa mahal :D. Karena ibu juga masih punya dua orang adik, maka uang yang dihasilkan beliau pun juga dibagi untuk membantu menyekolahkan adik-adiknya ketika beliau sudah bekerja lulus dari SMP. Sungguh perjuangan yang tidak terhitung, sangat mandiri sekali ibu, hmm... saya harus bisa meneladaninya. Terkadang saya malu, sudah sebesar ini belum bisa membuat orang tua tersenyum, yang ada cuma minta-minta-minta dan minta :D.

Salah satu yang bisa membuat saya selalu bersemangat dalam apapun (selagi itu kebaikan) adalah mengingat orang tua saya. Perjuangan, pengorbanan dan semangat kerja keras pantas sekali diteladani. Menjadi anak yang bisa memberikan yang terbaik untuk orang tua adalah cita-cita saya khususnya dan semua anak pada umumnya.
Di dalam hadits yg diriwayatkan oleh Imam Bukhari disebutkan bahwa ketika sahabat Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma melihat seorang menggendong ibu untuk tawaf di Ka’bah dan ke mana saja ‘Si Ibu’ menginginkan, orang tersebut berta kpd, “Wahai Abdullah bin Umar, dgn peruntukanku ini apakah aku sudah membalas jasa ibuku.?” Jawab Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma, “Belum, setetespun engkau belum dpt membalas kebaikan kedua orang tuamu” [Shahih Al Adabul Mufrad No.9]
Subhanalloh... kita tidak akan bisa membalas semua jasa-jasa dari orang tua kita :).

Monday, June 20, 2011

Sedang Part (2)

Edit Posted by with 5 comments



BISMILLAH...
ORANGE => identik dengan

SEMANGAT

I STILL REMEMBER THAT TOMORROW ONE OF MANY MY SISTA SAID

" SEMAPUT AJAH!"

[SEMANGAT PANTANG PUTUS ASA]

ALHAMDULILLAH...
AKHIRNYA JAWABANMU DATANG YA RABB
AKU MASIH PUNYA ORANG-ORANG DI SEKITAR 
UNTUK MEMBANTU BANGKIT KEMBALI

I WANT TO SCREAM
"ALLOOHU AKBAR!"

Sunday, June 12, 2011

Kunci Komunikasi

Edit Posted by with 2 comments

KUNCI-KUNCI KOMUNIKASI YANG SERING DIABAIKAN

Komunikasi itu adalah salah satu "pintu" yang dapat digunakan untuk menjangkau hati, cie... jadi pandai-pandailah berkomunikasi (terutama buat kita pada da'i, ehem termasuk PR buat saya ini :D). Biasanya nie, yang namanya pintu kan pasti ada kuncinya,nah dalam berkomunikasipun juga ada anak-anak kunci yang dapat membuka pintu hati tersebut, antara lain:

1. Gaya Mendengar
Hmm, mendengarpun juga ada gayanya ya? :). Nah, gaya mendengar di sini yang perlu kita latih adalah mendengarkan dengan TULUS. Gimana mendengarkan dengan TULUS? yaitu amati gimana gesture, intonasi, mimik, pilihan kata yang digunakan oleh lawan bicara (hmm ribet yak). Membelalakkan mata, mengerutkan alis, memiringkan kepala, meninggikan nada suar, melipat tangan di dada, bungkuk, tegap, konotasi kasar ataupun halus,dkk (udah kayak senam tubuh aja nie :D).

Nah, dari hasil pengamatan senam tubuh (ups, gaya mendengar) tadi, cobalah selami bagaimana perasaannya dan suasana hatinya, kemudian jadilah CERMIN dengan memberi respon yang sesuai misalnya nie, "Jadi maksud kamu adalah... ", "Hmm... begitu?" bla...bla...bla...

Agar gaya mendengarkan lebih meyakinkan lagi, ada tips mendengarkan nonverbal disebut HATI
>> H (Hening)
Cobalah untuk tidak melakukan apa-apa ketika mendengarkan, misalnya hindari mengetuk-ngetuk meja dengan alat tulis atau jari dan menggoyang-goyangkan kaki. Atau yang paling sering saya temui ketika saya mengajak bicara dengan lawan bicara, eh malah ditinggal sms-an atau ngobrol dengan orang lain (kalau sudah begitu bawaannya gemes gitu, heheh...kecuali kalau lawan bicara memberi komando "sebentar ya mau sms dulu" atau "bentar ni baru ada yang mau menyela" atau dan atau yang lain).

>> A (Aku ada!)
Aku ada di sini untuk mendengarkan (hmm, so sweet). Tunjukkan bahwa kita memang berniat untuk mendengarkan. Tunjukkan dengan cara sesekali menyentuh lawan bicara tanpa berlebihan, sesama muslimah pastinya sudah terbiasa dengan hal ini. Tunjukkan dengan berdekatan atau sedikit mencondongkan tubuh ke arah lawan. Lakukan secara wajar, tunjukkan dan tunjukkan :D.

>> T (Tatap Mata)
Budaya Asia tidak terlalu menganggap penting adanya kontak mata. Sering kali justru kita dianggap membangkang apabila kita menatap langsung mata orang tua atau atasan kita. Jadi kalau ngomong sama atasan kita biasanya nunduk aja melihat sepatu terus, heheh...). Dalam berpandang-pandangan tentunya yang harus kita ikuti adalah yang sesuai syariat. Selama tidak melanggar syariat, kontak mata bisa diperhitungkan untuk menjangkau hati lawan bicara. Membuka lebar mata dan membiarkan lawan bicara menatap menunjukkan kesungguhan dan perhatian yang besar terhadap lawan bicara. Dengan demikian lawan bicara akan merasa dihargai.

>> I (Intensitas Perhatian)
Betapa senangnya kita jika saat berbicara lawan bicara memusatkan perhatiannya pada kita. Kita akan termotivasi untuk menyampaikan pesan lebih terbuka lagi karena kita percaya lawan bicara juta menyimak dengan sungguh-sungguh (siip dah pokoknya, jadi bisa dipercaya orang lain :)).

Yeah... that's the number one of Kunci Komunikasi, semoga bisa menginspirasi saya khususnya, anda para pembaca pada umumnya, insyaAlloh kunci ke-2 dst to be continued... :)

Sunday, May 22, 2011

Trust...that's me ^_^

Edit Posted by with No comments



Dear Grenny...
Ehem... dapet surat Cinta lagi dari Saudari seperjuangan.
Well... satu orang lagi sudah memahami dan mengerti tentangku. Ya Rabb, aku bersyukur, akhirnya ada orang2 di sekitarku yang bisa mengenalku Lebih Dekat. Tidak sekedar menerka2 dan menduga dari kejauhan. Karena bagiku Melihat Segalanya Lebih Dekat akan Membuat Kita Bisa Menilai, Lebih Bijaksana ^_^. 


Me, seorang hamba-Nya yang ingin selalu berusaha bermanfaat bagi orang lain, yang berusaha sebisa mungkin mempelajari hal baru yang ada, yang berusaha beradaptasi ketika menemukan lingkungan yang baru, yang ingin peduli dan ramah dengan orang2 di sekitarku, dan kadang saking pedulinya, kadang diri sendiri malah terlantarkan, subhanalloh ^_^ . Ketika terjatuh, akan banyak orang di sekitarku kucari tuk membantuku bangkit. Ada yang bilang kalau kesendirianku yang biasa kuungkapkan kepada mereka menjadikanku semakin tegar menghadapi halang-rintang yang ada, ya... karena aku sangat butuh sahabat yang mendampingiku, walau mungkin tidak kudapat sampai detik ini, tapi aku yakin ketika tiba masanya nanti, akan ada seorang sahabat yang mampu menjadi imamku sekaligus teman mengarungi kehidupan yang akan datang, sang aku ini pun juga punya prinsip Selalu berusaha menjadi seperti ikan di lautan, tapi memang terkadang prinsip ini ada yang menyalah artikan bahwa sang aku terkesan " Keras Kepala, semau gue" whatever they spoke, yang pasti semua itu kulakukan atas dasar dan alasan yang kuat :D yang memang menurut sang aku hidup harus punya prinsip Guys! dan sebenarnyapun sang aku adalah orang yang mudah luluh, Sang aku juga kadang bisa menjadi tertutup, karena memang sang aku tidak bisa menerima semua teman yang bisa dipercaya utk sharing2 masalah privacy, jadi jangan heran teman2 ketika sang aku yang katanya biasanya banyak senyum & ceria tiba2 mendadak menjadi pendiam :D, karena mungkin ketika itu sedang ingin diam, ingin suatu ketenangan ketika merasakan kepenatan pikiran dan hati yang luar biasa [lebay...], paling tidak suka dengan kebohongan [ehem... sekarang harus berusaha menghilangkan bohong walau sekecil apapun] and everything yang bisa dipahami ketika mengenalku,yeah... that's me.

Dan semua manusia tak ada yang sempurna. Kalo bahasa Jawanya "Nobody's perfect" :D. Yang pasti selama ini Alloh selalu menutupi aibku, karena ketika Alloh membuka aibku, maka tidak akan ada satupun orang di dunia ini yang mau menjadi temanku :). Maka terimalah aku apa adanya.